PKI Minta Sukarno Bubarkan HMI, Menteri hingga TNI Pasang Badan

Presiden Soekarno telah membubarkan beberapa organisasi yang dianggap kontra-revolusioner

3 Oktober 2023, 10:49 WIB

Di masa tahun 1960-an, konflik politik dan pertarungan ideologi semakin tajam. Dan Partai Komunis Indonesia (PKI) di hasil Pemilu 1955 adalah partai politik pemenang nomor 4 di DPR dengan suara 16,36% (39 kursi) dan di Badan Konstituante dengan suara 16.47% (80 kursi) setelah PNI, Masyumi, dan Partai NU.

Meskipun cuma nomor empat, PKI mampu merebut hati Soekarno. Dekat dan melekat. PKI diasumsikan mampu mempengaruhi proses penetapan kebijakan negara melalui Presiden Soekarno.

Eksperimentasi pemerintahan Presiden Sukarno menjadi celah bagi PKI untuk eksis dan membesar. Soekarno menetapkan kebijakan Manifesto Politik UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia (Manipol Usdek) sebagai haluan negara.

Geledah Rumah Dinas Menteri Pertanian SYL, KPK Temukan Hal Tak Terduga

Menggabungkan kekuatan faham Nasionalisme, Agama, Nasionalisme (Nasakom) dalam pemerintahan. Lalu, menggalang kekuatan negara berkembang yang membuat poros lima negara : Jakarta, Phnom Penh, Hanoi, Pyongyang, dan Peking.

Membangun kekuatan Nefos (New Emerging Forces) tahun 1962 sebagai antitesa melawan Poros Oldnefos, yaitu kekuatan negara maju yang berwatak imperialis.

PKI itu nyata berkuasa. Grand design PKI menguasai Indonesia, salah satunya adalah dengan meluluh-lantakkan kekuatan (politik) Islam. Bangsa Indonesia yang relijius, harus dibabat habis dari organisasinya. Menjadi porak-poranda, hancur dari dalam.

BPK Terima Aliran Dana Korupsi BTS Rp40 Miliar di Parkiran Hotel, Hakim Gebrak Meja: Ya Allah

PKI dan underbownya, CGMI, Lekra, Barisan Tani Indonesia (BTI), dan organisasi setujuan: Baperki, dan lainnya, tiada henti melakukan agitasi propaganda membangun opini untuk membubarkan HMI.

Dengan Kepres Nomor 139/1963, tanggal 10 Juni 1963, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dinyatakan bubar. Alasannya karena terlibat pengeboman presiden di Cikini, 30 November 1957 dan peristiwa penembakan presiden pada saat sholat Idul Adha di lapangan Ikada, 1962. Lalu, GPII bubar.

PKI nyaris berhasil menghancurkan kekuatan politik Islam. Di tingkat partai politik dan pemuda Islam sudah berhasil. PII konflik internal. Masih menyisakan penghancuran di tingkat mahasiswa dengan sasarannya adalah HMI.

Ungkap Kasus Mafia Bola, Polri Tetapkan 6 Tersangka Match Fixing Liga 2

Berita Lainnya

Berita Terkini