PKI Minta Sukarno Bubarkan HMI, Menteri hingga TNI Pasang Badan

Presiden Soekarno telah membubarkan beberapa organisasi yang dianggap kontra-revolusioner

3 Oktober 2023, 10:49 WIB

“Kalau kalian tidak bisa membubarkan HMI, Kalian jangan pakai celana, pakai sarung saja,” kata Aidit di sela-sela pidatonya.

Bahkan sebelumnya, Aidit sempat mengucapkan kata-kata yang dianggap menyinggung Presiden Soekarno dengan kata-kata pemimpin yang memelihara istri hingga empat dan lima. Gemuruh sorak untuk bubarkan HMI pun menggema di Istora Senayan.

Ketika saatnya Presiden Soekarno berpidato, dengan tegas menyampaikan bahwa dirinya juga akan membubarkan CGMI apabila bersikap kontra-revolusioner.

Dampak Kemarau Panjang di Sukoharjo Meluas, Caleg DPR RI PDIP Kirim Air Bersih

Peserta Kongres saat itu langsung terdiam, suasana pun menjadi terasa menegangkan, karena imbas dari pidato Aidit dan Soekarno.

Suara sorak-sorai bubarkan HMI pun kian melemah di tempat tersebut karena mereka menyadari, Soekarno telah berkata akan membubarkan CGMI jika bersikap anti revolusioner, dan menandakan bahwa upaya mendesak pembubaran HMI ditolak.

Itulah salah satu kontak terbuka yang dianggap menegangkan antara Aidit dengan Soekarno. Ketegangan pun terus berlangsung hingga meletus peristiwa 30S PKI.

Bukan Suharto, Amelia A Yani Bongkar Otak Kudeta Sebenarnya Pada Peristiwa G30SPKI

Setiap peringatan Hari Kesaktian Pancasila, tanggal 1 Oktober, saya selalu kangen dengan Pak De, panggilan untuk Pak A Dahlan Ranuwihardjo, mantan Ketum PB HMI 1951-1953, Ketua Dewan Pertimbangan dan Penasehat PB HMI 1963-1966. Guru, ayahanda, dan kawan berdebat.

Pak Dahlan adalah pelaku sejarah agar HMI tidak dibubarkan Presiden Soekarno. Saat itu, Mas Sulastomo (Ketum PB HMI) sedang menjalankan tugas di Aceh untuk praktik sebagai calon dokter. Lalu diangkat lah Munajat Aminarto sebagai Pejabat Ketua Umum PB HMI.

Sekjen PB HMI tetap, pak Mar’ie Muhammad. Praktis, yang “banyak” terlibat adalah Pak Dahlan dan senior lainnya, misalnya Pak Ahmad Tirto Sudiro, Pak Rajab Batubara, Pak Sanusi, dan menteri Roeslan Abdulgani.

BEM Fakultas Farmasi UMS Lakukan Konservasi Lahan Tanaman Obat Keluarga di Klaten

Berita Lainnya

Berita Terkini