Menhub Sampaikan Duka Mendalam, Korban Tewas Laka Kereta Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Insiden maut ini menjadi alarm serius bagi jajarannya untuk melakukan pembenahan menyeluruh di sektor perkeretaapian

28 April 2026, 13:05 WIB

JAKARTA (Keadilan.net) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menewaskan 14 orang hingga Selasa (28/4/2026) pukul 10.00 WIB.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya para penumpang dan mendoakan korban luka segera diberikan kesembuhan,” ujar Dudy saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Ia menegaskan, insiden maut ini menjadi alarm serius bagi jajarannya untuk melakukan pembenahan menyeluruh di sektor perkeretaapian. Pemerintah berkomitmen menjadikan tragedi tersebut sebagai titik evaluasi guna meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan ke depan.

“Ini pelajaran penting bagi kami. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia telah bertambah signifikan menjadi 14 orang. Selain itu, sebanyak 84 korban luka masih menjalani perawatan di delapan rumah sakit.

“Kami akan memberikan layanan terbaik agar korban luka bisa segera pulih dan kembali beraktivitas,” ujarnya.

Terkait operasional, Bobby memastikan jalur kereta api jarak jauh telah kembali normal. Namun, layanan KRL Commuter Line masih dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Untuk KRL Commuter Line masih ditutup. Layanan sementara hanya sampai Stasiun Bekasi,” jelasnya.

KAI juga membuka posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi serta mengaktifkan layanan Call Center 121 selama 14 hari ke depan untuk membantu penanganan dan informasi bagi keluarga korban.

Diketahui, insiden terjadi pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.52 WIB,  ketika KRL nomor PLB 5568A tertemper kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Benturan keras menyebabkan salah satu gerbong, termasuk gerbong khusus perempuan di bagian belakang, mengalami kerusakan parah.***

Berita Lainnya

Berita Terkini