KLATEN (Keadilan.net) – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FKIP UMS meluncurkan program Kalibuntung Resilien di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, sebagai upaya memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana banjir.
Program yang yang dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026) itu, merupakan bagian dari PPK Ormawa ini berfokus pada pemberdayaan warga melalui sistem mitigasi banjir terintegrasi berbasis teknologi tepat guna dan pendekatan inklusif.
Ketua Tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS, Damar Yekti Calista Farica Mariono, mengatakan program tersebut hadir untuk menjawab persoalan banjir yang hampir setiap tahun melanda Desa Carikan akibat lokasinya yang berada di sekitar aliran Kali Buntung.
” Wilayah yang berada di sekitar aliran Kali Buntung tersebut kerap terdampak banjir, yang diperparah oleh persoalan pengelolaan sampah yang belum optimal,” ungkap Damar dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Selain meningkatkan kesiapsiagaan warga, program juga mendorong perbaikan pengelolaan lingkungan, termasuk penanganan sampah yang selama ini menjadi salah satu pemicu banjir.
Kepala Desa Carikan, Katiyono, menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang rutin menghadapi ancaman banjir.
“Program ini sangat membantu karena hampir setiap tahun Desa Carikan mengalami banjir akibat lokasinya yang berada di sekitar Kali Buntung. Selain itu, kebiasaan membuang sampah sembarangan juga masih menjadi tantangan yang memperbesar risiko banjir,” ujarnya.
Program Kalibuntung Resilien juga mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Selama pelaksanaannya, mahasiswa akan mengenalkan berbagai teknologi dan metode mitigasi bencana yang melibatkan partisipasi aktif warga.
IMM FKIP UMS berharap program ini mampu membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mewujudkan Desa Carikan yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi risiko banjir di masa mendatang.***