JAKARTA (Keadilan.net)– Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai menunjukkan dampak nyata di jalanan Ibu Kota. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebut volume kendaraan menurun signifikan, membuat arus lalu lintas lebih lancar dibanding hari biasa.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, mengungkapkan hasil pemantauan pada Jumat (10/4/2026) pagi menunjukkan kondisi jalan jauh lebih terkendali. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, sejumlah ruas utama seperti Sudirman, Asia Afrika, hingga Gerbang Pemuda terpantau minim antrean panjang.
“Volume kendaraan terlihat lebih rendah dari biasanya, ini menunjukkan kebijakan WFH berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas,” ujarnya, dikutip dari TBNews.
Meski begitu, kepadatan masih terlihat di titik tertentu, khususnya dari arah Slipi menuju Semanggi. Polisi menyebut kemacetan tersebut dipicu oleh perpotongan arus kendaraan dari tol, jalur TransJakarta, arteri Slipi, hingga akses Benhil yang saling bertemu.
Namun secara umum, kondisi lalu lintas dinilai jauh lebih terkendali. Polisi menilai kebijakan WFH efektif mengurai kemacetan di sejumlah simpul utama Jakarta.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung Wibowo telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3/SE/2026 yang mengatur pelaksanaan WFH setiap Jumat dengan porsi 25–50 persen ASN.
Penerapan ini dilakukan secara selektif sesuai karakteristik pekerjaan, dengan kewajiban presensi daring dua kali sehari. Kebijakan tersebut kini dinilai mulai membuahkan hasil dalam menekan kepadatan lalu lintas di Ibu Kota. (NGR)