Rusuh Massa Pengantaran Jenazah Lukas Enembe, Polisi: Kerugian Masih Didata

Lima kendaraan rusak berat, tiga bangunan, dan sekitar 25 perumahan mengalami kerusakan serta pembakaran

29 Desember 2023, 12:41 WIB

SENTANI (Keadilan.net) – Insiden kerusuhan massa saat proses pengantaran jenazah Lukas Enembe dari Sentani Kabupaten Jayapura hingga ke Koya Tengah Kota Jayapura, sangat disesalkan.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, mengatakan bahwa sejumlah insiden terjadi selama perjalanan pengantaran jenazah ke rumah duka Koya Tengah.

“Kejadian tersebut terutama terjadi di beberapa wilayah seperti di depan Sekolah Teologia Atas Injili (STAKIN) Sentani dan beberapa titik lokasi lainnya,” ungkap Kapolda, Jum’at (29/12/2023) dikutip dari TBNews.

Pacar Shane Lukas, Melianti Agustina, Memberikan Kesaksian Meringankan di Pengadilan Kasus Mario Dandy

Kapolda menambahkan bahwa pihaknya telah mencatat beberapa insiden selama pelaksanaan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

Setidaknya terdapat 14 korban luka, termasuk Penjabat (Pj) Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun, delapan aparat keamanan, dan lima warga setempat.

“Selain itu, juga ada satu mobil yang dibakar, lima kendaraan rusak berat, tiga bangunan, dan sekitar 25 perumahan mengalami kerusakan serta pembakaran. Untuk kerugian masih dalam tahap penghitungan,” ungkap Kapolda.

Ayah Shane Lukas Tolak Bayar Restitusi David Ozora Rp121 Miliar karena Faktor Ekonomi

Sementara itu Pj Gubernur Papua yang turut menjadi korban luka dinyatakan stabil. Namun, korban akan menjalani pengobatan lebih lanjut di Jakarta.

Atas insiden pada Kamis (28/12/2023) kemarin itu, Kapolda sangat menyayangkan karena masyarakat mengekspresikan kesedihan tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki bersama.

“Momen ini seharusnya menunjukkan cinta kasih anak-anak kepada orang tuanya, dan saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini yang seharusnya tidak terjadi,” ujar Mathius.

Berkas Selesai, KPK Siap Bawa Lukas Enembe ke Persidangan

Ia menegaskan, bagi masyarakat pendatang untuk menjaga kedamaian dan tidak mengambil langkah-langkah yang merusak suasana kerukunan di tanah Papua.

“Meskipun beberapa aparat keamanan menjadi korban, saya menegaskan bahwa kami tetap berkomitmen untuk melakukan pengamanan dan pengawalan hingga pemakaman selesai agar massa dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Berita Terkini