Kasus Dugaan Pungli HUT ke-343 Kartasura Berakhir Damai, Begini Penjelasan Kejari

Terkait masalah dugaan pungli di Kartasura, dari penjelasan yang didapat ternyata ada miskomunikasi

12 Oktober 2023, 18:43 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Ramai jadi perbincangan, kasus dugaan pungli terhadap guru ASN, P3K, dan honorer dalam kegiatan HUT ke-353 Kartasura, akhirnya berakhir damai. Pihak pengadu sepakat berdamai dengan Camat Kartasura di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Kamis (12/10/2023).

Kesepakatan itu dituangkan dalam surat yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, yakni Fuad Syarifudin Latif selaku pihak pertama dan Camat Kartasura Ikhwan Sapto Darmono selaku pihak kedua.

Kesepakatan itu juga ditandatangani dua orang saksi, yakni Maryono yang diketahui merupakan Direktur PD Percada dan Jaka Sri Waluyo perwakilan dari guru.

Larangan Pungli, Ganjar Ingatkan Kepala Sekolah Jaga Integritas

“Terkait dengan pokok masalah (dugaan pungli) di Kartasura, dari penjelasan yang kami dapat ternyata ada miskomunikasi. Sebagian tuntutan dari guru ASN, P3K, dan honorer yang disampaikan ke kami dan sudah kami sampaikan ke Pak Camat, disanggupi oleh Pak Camat,” kata Fuad.

Dengan adanya kesanggupan Camat Kartasura yang sudah dikomunikasikan dengan para guru yang sempat disebutkan Fuad diduga menjadi korban pungli, maka setelah berkonsultasi dengan pihak Kejari, penandatanganan kesepakatan damai kemudian dilakukan di kantor Kejari Sukoharjo.

“Jadi, hari ini kami diundang dalam rangka penyelesaian secara resmi. Surat pernyataan (damai) sudah kami tandatangani bersama,” tukas Fuad.

Menko Polhukam Mahfud MD Tanggapi Soal Pungli KPK: Harus Dibuka!

Fuad mengakui bahwa sebelumnya melalui sejumlah media, pihaknya menyampaikan ada dugaan pungli terhadap guru ASN, P3K, dan honorer yang dilakukan oleh panitia HUT ke-343 Kartasura dan diketahui oleh Camat Kartasura.

“Dalam kasus itu, kemarin Pak Camat sudah mengklarifikasi dengan menyatakan tidak tahu menahu. Pak Camat mengaku hanya menandatangani surat permohonan sponsor, atau proposal yang disampaikan kepada sekolah-sekolah melalui panitia,” ujar Fuad.

Menyinggung alasan perdamaian atau rekonsiliasi, ia mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk menjaga kondusifitas Sukoharjo di tengah berlangsungnya tahun politik saat ini.

Dewas Bongkar Dugaan Pungli Rp4 Miliar di Rutan KPK

Berita Lainnya

Berita Terkini