Akhirnya VOC berhasil menumpas pemberontakan Trunojoyo, namun imbasnya Kerajaan Kartasura menanggung hutang untuk biaya perang yang cukup besar.
Dengan menanggung hutang yang cukup besar, maka Sunan Amangkurat II mau tidak mau, suka tidak suka harus bekerja sama dengan VOC, sehingga keputusan-keputusan sering diintervensi oleh VOC.
Hal tersebut membuat beberapa punggawa kerajaan tidak senang, salah satunya adalah Patih Nerangkusuma. Patih Nerangkusuma berusaha memberi masukan kepada Sunan Amangkurat II untuk menghindari kerja sama dengan VOC, namun masukan itu diabaikan.
Hingga akhirnya pada tahun 1685, Patih Nerangkusuma menerima kedatangan Untung Suropati yang merupakan pemberontak. Untung Suropati datang untuk berlindung di rumah Patih Nerangkusuma.
Mengetahui keberadaan salah satu orang yang tengah dicari berada di Kartasura, maka VOC segera mengirimkan pasukan dibawah komando Kapten Tack dari Semarang untuk menumpasnya.
Mengetahui ada pengiriman pasukan VOC, maka Patih Nerangkusuma bersama Untung Suropati segera menghadap ke Sunan Amangkurat II untuk memohon maaf, dan setelah terjadi pembicaraan yang cukup lama, maka Sunan Amangkurat II memberi maaf kepada Patih Nerangkusuma dan Untung Suropati.