2 Anak Terluka dalam Kebakaran Rumah Produksi Sofa di Pajang, Wali Kota Surakarta Jenguk Korban

Api dengan cepat membesar karena bangunan dipenuhi material produksi sofa yang mudah terbakar

25 Agustus 2026, 22:21 WIB

SOLO (Keadilan.net)— Dua anak penghuni rumah mengalami luka bakar dalam kebakaran hebat yang meludeskan rumah sekaligus tempat produksi kursi sofa di Tunggulsari, Pajang, Laweyan, Surakarta, Selasa (25/8/2026). Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto langsung turun menemui korban.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Api dengan cepat membesar karena bangunan dipenuhi material produksi sofa yang mudah terbakar. Kepulan asap dan kobaran api juga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

Sebanyak 10 armada Damkar Kota Surakarta dari seluruh pos sektor dikerahkan untuk menjinakkan api. Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

Komandan Pleton C Damkar Surakarta Tri Mulyono Herlambang mengatakan proses pemadaman berjalan lancar, meski petugas menghadapi kendala akses menuju lokasi yang sempit.

“Untuk proses pemadaman semua sudah lancar terselesaikan. Unit yang dikerahkan 10 unit dari seluruh pos sektor se-Solo,” ujar Tri Mulyono di lokasi.

Menurutnya, material produksi sofa yang mudah terbakar membuat api cepat membesar. Kondisi medan yang sempit juga menyulitkan pergerakan armada pemadam.

“Kendalanya bahan mudah terbakar, medannya terlalu ruwet (sempit) untuk arah pemadamannya,” katanya.

Dua anak penghuni rumah menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Keduanya mengalami luka bakar dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto kemudian mendatangi lokasi untuk melihat kondisi rumah yang terbakar sekaligus menemui pemilik rumah. Setelah mendapat informasi mengenai dua korban luka, Respati juga menyempatkan diri menjenguk mereka di rumah sakit.

Saksi sekaligus pemilik kantor hukum MBZ Keadilan, Badrus Zaman, mengatakan kobaran api terlihat jelas dari kantornya yang berada tepat di belakang lokasi kejadian. Kepanikan semakin meningkat karena bangunan tersebut berdekatan dengan SMK Batik 2 Surakarta.

“Saya datang ke sini api sudah begitu luar biasa. Dari tempat saya sudah kelihatan sekali kebakaran itu. Sempat kaget karena di belakang kantor saya persis, cuma terhalang jalan kecil,” ungkap Badrus.

Menurut dia, beberapa kali terdengar suara ledakan dari lokasi kebakaran. Material sofa yang mudah terbakar serta tiupan angin membuat kobaran api semakin cepat membesar.

Sejumlah penghuni rumah bahkan sempat terjebak sebelum akhirnya menyelamatkan diri melalui bagian belakang bangunan dengan memanjat tembok.

“Suara ledakannya terdengar dari kantor saya, karena material bahan-bahan kursi sofa di tempat itu gampang terbakar ditambah angin yang lumayan besar,” tuturnya.

Usai api dipadamkan, lokasi kebakaran dipasangi garis polisi. Tim Polresta Surakarta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran rumah sekaligus tempat produksi sofa tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.(NGR)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini