“Ini artinya, Kartasura ini dulunya merupakan pusat pemerintahan kerajaan yang cikal bakal berdirinya Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Jadi Pemkab Sukoharjo harus serius agar obyek bersejarah ini tidak habis. Kalau sudah habis, sejarah apa yang akan kita sampaikan pada generasi sekarang,” sambungnya.
Dalam sejarahnya, dengan telah runtuhnya Kerajaan Mataram di Yogyakarta, maka Sunan Amangkurat I beserta keluarganya melarikan diri kearah utara termasuk puteranya yaitu Raden Mas Rahmat, sampailah mereka di hutan Wanakarta.
Dalam pelarian tersebut akhirnya Sunan Amangkurat I meninggal dunia. Namun ia telah mengangkat putera mahkota yaitu Raden Mas Rahmat sebagai Sunan Amangkurat II dan mendirikan kerajaan di bekas hutan Wanakarta (Kartasura-Red).
Sunan Amangkurat II ini adalah satu-satunya raja yang memakai pakaian kebesaran berupa jas dan dasi, maka sering disebut sebagai Sunan Amral dalam bahasa Belanda “Admiral”.
Sunan Amangkurat II memerintah dari tahun 1688 – 1703. Dalam masa pemerintahannya terjadi banyak pemberontakan-pemberontakan, diantaranya adalah pemberontakan Trunojoyo.
Kewalahan menangani pemberontakan Trunojoyo, Sunan Amangkurat II meminta bantuan kepada VOC atau Kumpeni, dengan kompensasi, VOC bebas melakukan perdagangan di wilayah pantai utara Jawa.
Segera, Polri dan TNI Wajib Gunakan Kendaraan Listrik, Presiden Jokowi Siapkan Inpres