SOLO (Keadilan.net) – Pasangan calon (paslon) Capres-Cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar hadir dalam dialog terbuka yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (22/11/2023).
Dalam acara yang dihadiri ribuan orang itu, paslon dengan singkatan AMIN ini secara bergantian menjawab cecaran pertanyaan yang diberikan oleh panelis pakar salah satunya di Bidang Hukum dan Demokrasi yaitu Prof. Aidul Fitriciada Azhari.
Beberapa pertanyaan itu diantaranya tentang persoalan korupsi dimana Aidul mengawali dengan narasi membandingkan tingkat korupsi di Indonesia dengan China.
Netralitas ASN di Pemilu 2024 Jadi Sorotan, Bawaslu Janji Tindak Tegas Pelanggaran
“Data terakhir pada September tentang indeks negara hukum global, Indonesia menempati pada rank 66 dari 142 dengan skor 0.54. Tapi di sisi lain, China dengan peringkat lebih rendah, yaitu rank 97 dari 142 negara yang disurvei,” paparnya.
“Jangan jangan masyarakat kita lebih suka negara yang aman, dibandingkan dengan negara yang bersih (dari korupsi)?” lanjut Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu.
Oleh Anies, pertanyaan tersebut ditanggapi dengan mengatakan, ketika korupsi dibiarkan, mungkin akan menciptakan kenyamanan dalam jangka pendek. Tapi dalam jangka panjang itu akan menciptakan ketimpangan yang bisa meletup menjadi masalah sosial.
Polres Jepara Terima Audiensi KPU, Pastikan Siap Kawal Pemilu 2024
“Karena begitu ada korupsi, otomatis itu artinya kebijakan-kebijakan yang seharusnya dirasakan oleh orang banyak, dana yang seharusnya bisa dirasakan oleh semua, berhenti di kelompok-kelompok tertentu saja. Dalam jangka panjang ini eksplosif,” kata Anies.
Capres dari Koalisi Perubahan itu juga mengatakan, jika korupsi dibiarkan, maka efeknya akan langsung ke rakyat. Dalam konteks tersebut, ia mencontohkan jalan raya yang dikorupsi yang pada akhirnya memberikan dampak negatif pada distribusi pangan.
“Kami melihat, bagaimanapun juga korupsi ini tetap harus diberantas. Nol belum tentu bisa, tapi ikhtiar pemberantasan harus terus dilakukan,” tegas Anies dengan mantap.
TPS Pemilu Wilayah Lereng Muria Rawan Longsor, Kapolres Jepara Lakukan Pengecekan
Ditambahkan, bahwa kepemimpinan nasional harus mempunyai nilai, sehingga ketika ada kebijakan yang menyimpang, maka kepemimpinan akan paham kapan harus kembali, termasuk tentang pemerintahan yang bersih. (Nugroho)