Bukan Suharto, Amelia A Yani Bongkar Otak Kudeta Sebenarnya Pada Peristiwa G30SPKI

Amelia Ahmad Yani secara mengejutkan menyebut sebuah nama perwira menengah yang memimpin penculikan pada G30S PKI

30 September 2023, 22:14 WIB

Sementara itu, menurut Amelia, di pihak Letkol Untung dari pasukan Cakrabirawa juga sedang menunggu perintah dari Presiden Sukarno tentang langkah selanjutnya. Namun, perintah tak kunjung datang. Sehingga pada siang harinya, Letkol Untung berinisiatif mengumumkan berakhirnya kabinet atau demisioner.

“Tapi siangnya, mungkin si (Letkol) Untung ini juga sedang menunggu perintah dari Bung Karno, kan. Siangnya tuh baru jam 13.00 WIB lewat, baru ada pengumuman Dewan Revolusi demisioner kabinet”.

Mantan Dubes RI untuk Bosnia dan Herzegovina tersebut mengatakan bahwa pernyataan Letkol Untung yang membubarkan kabinet tersebut, itulah yang disebut dengan kudeta. “Sebenarnya kudeta itu, pagi itu dulu Dewan Jenderal diselesaikan oeh Untung Cs dengan nama Gerakan 30 September,” ungkapnya.

Viral Video Perundungan Anak di Cilacap, Polisi Pastikan Proses Hukum Sesuai Prosedur

“Jam 13.20 WIB pengumuman Dewan Revolusi, kabinet demisioner. Semua yang pangkatnya di atas dia (Letkol Untung) turun. Itulah, Pak, yang namanya kudeta, kan,” tegasnya.

Kisah yang disebutkan oleh Amelia Ahmad Yani tersebut sekaligus menyanggah pendapat atau adanya teori ‘Kudeta Merangkak’ yang merebak beberapa waktu lalu. “Jadi bukan seperti yang dibilang kudeta merangkak lah, apalah, itu nggak ada,” pungkasnya.

Amelia menjelaskan latar belakang itulah kemudian yang menjadi dasar Mayjen Suharto mengumumkan ke kodam-kodam bahwa telah terjadi kudeta di Jakarta. Amelia Ahmad Yani juga menambahkan bahwa inilah pentingnya meluruskan sejarah, agar jangan sampai generasi berikutnya salah persepsi tentang sejarah.***

Berita Lainnya

Berita Terkini