Warga Kartasura Jadi Korban Penipuan Rp1,2 Miliar, PN Sukoharjo Vonis Terdakwa 3,6 Tahun Penjara

Kronologi kasus penipuan bermula saat awal tahun 2022 ada kesepakatan kerjasama antara korban dan terdakwa

20 Juni 2024, 20:01 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Vonis hukuman penjara 3,6 tahun potong masa penahanan dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo yang dipimpin Muhammad Ikhsan Fathoni terhadap terdakwa seorang perempuan warga Boyolali bernama Anisa Indarwati.

Dalam sidang yang digelar di PN Sukoharjo pada, Kamis (20/6/2024) siang, majelis hakim berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi, memutuskan bahwa terdakwa terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana penipuan dengan korbannya berinisial NR warga Kartasura, Sukoharjo.

Menanggapi putusan itu, kuasa Hukum NR, Riyanto, mengatakan vonis hakim sudah sesuai, hanya saja pihaknya keberatan dengan putusan majelis hakim terkait status alat bukti berupa satu unit mobil dan satu unit motor gede (moge) yang tidak diserahkan kepada korban.

Heboh! Kronologi Motivator Mario Teguh Dilaporkan ke Polisi Akibat Penipuan Rp5 Miliar

“Vonis 3,6 tahun ini sudah sesuai (Pasal 378 KUHP), tapi yang disayangkan dua alat bukti yang harus dikembalikan kepada finance, yaitu Pajero dan Harley (barang kredit milik terdakwa yang angsurannya dibayar menggunakan uang korban) itu sangat disayangkan,” kata Riyanto.

Majelis hakim menurutnya, dalam putusannya tidak mempertimbangkan adanya surat penyerahan dua aset berupa mobil dan moge yang dijadikan alat bukti tersebut kepada korban. Pajero dikembalikan kepada BCA Finance dan Harley dikembalikan ke Adira Finance.

Atas vonis tersebut, Riyanto menyatakan masih belum sepenuhnya menerima. Selaku kuasa hukum korban, ia akan melakukan koordinasi terlebih dulu dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bareskrim Amankan 13 Tersangka Penipuan Berkedok Modifikasi Aplikasi Android, Sasarannya Nasabah Bank

“Kami masih pikir-pikir, nanti kami akan koordinasi dulu dengan JPU apakah menerima atau akan mengajukan upaya hukum lain yaitu banding. Mestinya kami juga akan mengupayakan langkah hukum lain itu,” tegasnya.

Dalam kasus ini, selain dua alat bukti berupa mobil dan moge juga ada alat bukti lain, yaitu berupa smartphone merk iPhone 13 Promax. Untuk alat bukti smartphone dikembalikan kepada korban.

Riyanto secara ringkas menyampaikan kronologi kasus yang membuat kliennya menjadi korban penipuan, yaitu bermula pada awal 2022 ada kesepakatan kerjasama antara NR dan terdakwa.

Penipuan Jual Tanah Kavling di Sukoharjo, Uangnya Digunakan Tersangka untuk Berjudi

Berita Lainnya

Berita Terkini