KLATEN (Keadilan.net) – Warga dan jamaah Masjid Sholihin Tanon, Kenaiban, Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, dilanda keresahan lantaran tanah wakaf di samping masjid yang selama ini dikelola takmir untuk madrasah terancam berpindah penguasaan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) dengan ikrar wakaf untuk salah satu ormas Islam besar.
Selama ini, lahan wakaf yang didapatkan dari tokoh masyarakat desa setempat, yakni almarhum Abdul Mu’in Sholeh Syaebani alias Mbah Mu’in sejak 44 tahun lalu (1980) itu, dibangun dan dikelola serta dibiayai secara totalitas oleh Takmir Masjid Sholihin.
Seperti dituturkan oleh Ketua Takmir Masjid Sholihin, Purwanto, bahwa selama ini lahan wakaf dari Mbah Mu’in itu rutin dipakai untuk tempat pengajian, pembagian sembako kepada warga sekitar, simpan pinjam tanpa bunga, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Konsolidasi Guru Muhammadiyah Klaten, Tegaskan Dukung Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng
“Hingga kini kegiatan itu terus berjalan dengan baik dan bisa dirasakan secara langsung manfaatnya, khususnya bagi warga sekitar Dukuh Tanon,” kata Purwanto, Jum’at (11/10/2024).
Madrasah yang diberi nama TPA Sholihin dengan jumlah siswa sekira 40 anak dan delapan tenaga pengajar, semuanya juga berasal dari warga sekitar dan dikelola dengan baik secara terus menerus dan berjenjang oleh takmir masjid. TPA itu menjadi kebanggan tersendiri bagi warga.
“Namun, tiba-tiba pada Kamis, 3 Oktober 2024 kami mendapatkan undangan dari KUA Kecamatan Juwiring yang isinya meminta kami hadir untuk menyaksikan ‘ikrar wakaf’ atas lahan tersebut kepada salah satu ormas Islam di Klaten. Padahal selama ini lahan wakaf itu kami yang kelola dan biayai,” ungkap Purwanto.
Sinyal Koalisi PKS-PDIP Menguat, Bupati Klaten: Yang Berjuang PDI yang Sejahtera PKS
Ia mengaku, undangan dari KUA itu sangat mengejutkan karena tidak ada pemberitahuan atau informasi apapun mengenai rencana ikrar wakaf lahan yang selama ini sudah dikelola takmir akan diberikan kepada pihak lain.
“Peristiwa ini membuat warga, khususnya jamaah masjid menjadi panik, terlebih kami sebagai takmir yang selama ini mengurus, dan kami merasa selama ini lebih dari 44 tahun tidak pernah ada persoalan mengenai lahan yang sudah kami bangun dan kelola. Lantas kenapa ini baru terjadi sekarang,” ujar Purwanto.
Ia pun lantas bertanya, apakah ahli waris dari Mbah Mu’in tidak mengerti kalau selama ini sudah diwakafkan ke Takmir Masjid Sholihin.
3 Balon Udara Jatuh Diwilayah Klaten, Polisi Buru Pelaku dan Asal Usulnya