Gejolak Pengurugan Tanah di Desa Pondok Sukoharjo, Pemilik Proyek Siap Tampung Aspirasi Warga Terdampak

Proses pengurugan tanah akhirnya kembali dihentikan sementara karena izin dari dinas terkait belum ada

4 Agustus 2022, 18:18 WIB

Diakui Nanang, untuk saat ini dirinya belum dapat menjelaskan tentang rencana pemanfaatan lahan. Namun yang pasti saat ini baru tahap pengurugan. Nantinya akan ada sosialisasi jika sudah ada kepastian pembangunan.

“Nanti, kami baru bicarakan soal pembangunannya, ini baru pengurugan dan pemagaran. Rencana untuk pabrik apa, belum. Karena itu terkait dengan modal, karena (lahannya) ini cukup besar,” jelasnya.

Menyinggung tentang konsekuensi terhadap lingkungan, Nanang menyatakan siap menampung jika ada aspirasi yang akan disampaikan. Nantinya akan diteruskan untuk dibicarakan oleh manajemen.

Imbas Perusakan ODCB di Kartasura, Pemkab Sukoharjo Didorong Rekrut Tenaga Pelestarian Cagar Budaya

Dengan adanya gejolak tersebut, menurutnya sedikit menghambat proses investasi yang akan dilakukan. Setidaknya, apabila nanti sudah terbangun pabrik, akan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

“Nanti kan bisa karyawan dari sini, terus harga tanah disini juga bakal naik, sebenarnya banyak manfaatnya. Yang penting ini diratakan dulu, nanti kami sosialisasikan lagi saat sudah ada rencana pembangunan,” imbuhnya.

Sementara, Camat Grogol yang datang ke lokasi proyek mengatakan, untuk saat ini yang jelas warga mengeluh adanya gangguan debu dari tanah urug karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman.

Kondisi Sriwedari Makin Merana, Foksri Desak Pemkot Surakarta Buktikan Janji Revitalisasi

“Jadi tadi pagi ada warga melapor, ada aktivitas pengurugan. Padahal, sudah kami hentikan kemarin. Hari ini kami hentikan lagi. Warga sejak awal butuh kejelasan dulu, untuk apa lahan ini nantinya,” kata Herdis.

Ditegaskan Herdis, pada intinya masyarakat tidak menolak. Mereka sudah sadar jika wilayah tersebut merupakan zona merah untuk investasi. Masyarakat juga mendukung investasi. Gejolak ini, bukan merupakan penolakan terhadap investasi.

“Harapan kami, investor juga harus bijak. Terutama untuk komunikasi, apalagi dengan kami, jajaran birokrasi. Kedepan akan kami fasilitasi,” tandasnya. (Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini