Gagal ke Timur Tengah, 21 Pekerja Migran Non Prosedural Terciduk Sidak Tim Gabungan

Mereka terciduk saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak di dua lokasi, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kertajati

15 Desember 2024, 19:17 WIB

JAKARTA (Keadilan.net) – Tim Gabungan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/BP2MI berhasil menggagalkan rencana pemberangkatan 21 calon pekerja migran Indonesia secara non prosedural ke Timur Tengah.

Mereka terciduk saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua lokasi, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Bandara Kertajati, Majalengka, setelah menerima aduan dari masyarakat.

Dikutip dari Info Publik, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3, Fahrurozi, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan respons terhadap informasi adanya pemberangkatan pekerja migran ilegal.

Malaysia Langgar Kesepakatan, Kemnaker RI Stop Pengiriman Pekerja Migran

“Tim Kemnaker bersama Tim BP2MI bergerak cepat untuk menindaklanjuti informasi tersebut di dua lokasi berbeda,” ujar Fahrurozi dalam keterangan pers yang diterima pada, Minggu (15/12/2024).

Sidak pertama dilakukan pada Kamis (12/12/2024) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Setelah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, tim berhasil mencegah keberangkatan lima calon pekerja migran asal Trenggalek, Cirebon, Madiun, Nagekeo, dan Karawang.

Menurut Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan (Binariksa), Yuli Adiratna, kelima calon pekerja migran tersebut kini ditempatkan di RPTC Bambu Apus untuk proses lebih lanjut.

Kunjungi UMS, Wamen P2MI Dzulfikar Buka Peluang Kerja di Luar Negeri

“Kasus ini akan dilaporkan ke Kepolisian guna memberikan sanksi hukum terhadap pelaku yang memberangkatkan mereka secara nonprosedural,” jelasnya.

Sidak kedua dilakukan pada, Sabtu (14/12/2024) di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Dalam operasi ini, tim mencegah 16 perempuan yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah sebagai pekerja rumah tangga di Arab Saudi dan Qatar melalui Singapura. Para calon pekerja ini dijadwalkan terbang menggunakan pesawat Scoot.

Fahrurozi menyebut, operasi pencegahan dilakukan sejak dini hari pukul 04.25 WIB. Tim gabungan memeriksa dokumen dan melakukan wawancara terhadap para calon pekerja.

Tetap Eksis, Hourex’s Solidarity Gelar Donor Darah Lintas Agama Sambut Natal di GKJ Dagen

Berita Lainnya

Berita Terkini