SUKOHARJO (Keadilan.net) – Duka mendalam menyelimuti dunia seni tradisional Jawa, khususnya pedalangan, setelah kabar meninggalnya dalang kondang Ki Warseno Slank yang bernama asli Warsina tersebar luas.
Banyak tokoh berdatangan ke rumah duka di Dukuh Kranggan RT 02 / RW 18, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (12/12/2024) siang, memberi penghormatan terakhir.
Almarhum yang merupakan adik dalang senior Ki Anom Suroto itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, akibat sakit jantung. Warseno meninggal di usia pada 59 tahun pada Kamis dini hari.
Pentas Perdana Libatkan 3 Dalang, Wayang Kulit Babad Kartasura Disambut Antusias Warga
Jenazah almarhum diberangkatkan sekira pukul 13.15 WIB ke persemayaman terakhir di Astana Depokan, Juwiring, Klaten tepat pukul 13.00 WIB. Semasa hidup, Warseno memiliki seorang istri bernama Asih Purwaningtyas dan dua putra serta seorang cucu.
Kedua anak almarhum, yakni Briyan Pandhit dan Amar Pradopo serta cucu perempuan bernama Hagia Ambika. Dari kedua Ki Warseno Slank, hanya Amar Pradopo yang mewarisi bakat seni pedalangan.
Mewakili seniman dan budayawan, pelawak senior, Muhammad Syakirun alias Kirun, mengaku samgat kehilangan sosok almarhum yang aktif memajukan seni pedalangan wayang kulit.
Saksikan, Gelar Wayang Kulit Bersama Dalang Ki Bayu Aji Anom Suroto Dalam Rangka Hari Jadi ke-64 UMS
“Kami benar-benar merasa kehilangan sosok enerjik dan pekerja keras yang memajukan seni tradisi. Ki Warseno Slank juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan,” bebernya.
Kirun juga mengaku terkesan dengan sosok almarhum yang menjadi satu-satunya dalang bergelar doktor di tanah air setelah merampungkan disertasi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
“Ki Warseno Slank adalah sosok dalang yang gandrung ilmu. Beliau benar-benar ingin menuntut ilmu setinggi-tingginya. Dan satu-satunya dalang bergelar doktor di Indonesia. Almarhum sosok yang luar biasa,” imbuhnya.
Takmir Masjid di Klaten Protes KUA, Pemicunya Lahan Wakaf Akan Dialihkan
Diantara banyaknya tokoh dan seniman yang datang ke rumah duka adalah, mantan Kapolda Jateng Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, anggota Komisi 2 DPR RI Mohammad Toha, seniman Yati Pesek, serta Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama sejumlah pejabat di jajarannya. (Nugroho)