Cegah Stunting Calon Pengantin, Kelompok 117 KKNMAs Ikut Diskusi Program Bangga Kencana

Program ini menekankan pentingnya pembangunan keluarga yang sejahtera dan berencana sebagai upaya strategis dalam mengurangi angka stunting

10 Agustus 2024, 21:44 WIB

KARANGANYAR (Keadilan.net) – Kelompok 117 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKNMAs) 2024 mengikuti diskusi kegiatan penggerakan program ‘Bangga Kencana’ serta percepatan penurunan stunting di Jumapolo, Karanganyar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama bidan koordinator kecamatan setempat.

Program ini menekankan pentingnya pembangunan keluarga yang sejahtera dan berencana sebagai upaya strategis dalam mengurangi angka stunting. Perwakilan dari kelompok 117 juga mendapatkan edukasi tentang pencegahan stunting pada calon pengantin, yang merupakan salah satu langkah preventif untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat.

Nazma Fauziah, mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Bandung yang menjadi perwakilan dari Kelompok 117 mengungkapkan dari program tersebut mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan.

Gedung Pesma UMS Jamin Kenyamanan Peserta KKNMAs, Ini Fasilitasnya

“Seperti mengenai intervensi stunting terdiri dari intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik dapat dilakukan melalui inisiasi menyusui sejak dini dan pemberian asi eksklusif, pemberian imunisasi lengkap, pemberian MPASI 6-24 bulan, dan konsumsi tablet tambah darah,” ungkapnya, Sabtu, (10/8/2024).

Untuk langkah intervensi sensitif, lanjutnya, dari materi tersebut kemudian dilakukan dengan memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi serta gizi pada remaja, menyediakan dan memastikan sanitasi bersih, pendidikan dan pengasuhan pada orang tua, serta akses layanan kesehatan dan KB.

Nazma juga menerangkan kembali mengenai pentingnya pembangunan keluarga yang merupakan upaya untuk menciptakan keluarga yang berkualitas, berketahanan dan sejahtera.

BKKBN: Kasih Sayang Keluarga Faktor Utama Cegah Stunting

“Selain itu keluarga sejahtera juga memiliki hubungan yang harmonis, serta berperan aktif dalam masyarakat,” kata Nazma.

Dalam pembangunan keluarga sejahtera di Jumapolo nantinya akan diberikan pendampingan oleh TPK atau Tim pendamping keluarga.

Selain itu, peserta diskusi juga diberikan penyuluhan edukasi untuk calon pengantin guna sebagai langkah preventif dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Atasi Stunting, Kodim Sukoharjo Canangkan Program Demplot Peduli

Berita Lainnya

Berita Terkini