SUKOHARJO (Keadilan.net) – Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tempat singgah peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-’Aisyiyah (KKN MAs) dengan UMS sebagai tuan rumah.
Peserta KKNMAs diperkenankan untuk menginap di Pesma UMS sebelum diterjunkan ke desa sasaran yang tersebar di kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar.
Pemilihan Pesma sebagai tempat untuk penginapan sementara peserta ditujukan agar koordinasi dan pengawasan dapat terpusat sebagaimana disampaikan oleh Dra. Muamaroh, M.Hum., Ph.D., selaku Direktur Pesma.
Tim Kesmas UMS Sabet Juara 1 Lomba Video Edukasi Kesehatan PIMKESMAS PTM 2024
“Jadi memang diarahkan untuk semuanya menginap di Pesma, satu karena memang kita punya asrama, yang kedua juga biar memudahkan semuanya,” kata Muamaroh, Selasa (30/7/2024).
Menurutnya, dengan jumlah seribuan lebih kalau kemudian ditempatkan yang terpencar tentu akan menyulitkan. Namun kalau di Pesma kamarnya sudah ada, tinggal mendirikan posko konsumsi.
Untuk konsumsi dibagikan per gedung yakni gedung Pesma Mahasantri Putra, Gedung Mahasantri Putri, Gedung Hijau, Gedung Biru dan Masjid.
Perpustakaan UMS Gelar Awardee Library Digital Scholarship 2024 Kembangkan 5 Project
“Karena kita pakai kamarnya mahasantri, mereka mendapatkan kamar kemudian di dalamnya sudah ada listrik, air jelas, kemudian juga ada kasur, juga tempat untuk pakaian, tempat untuk buku satu set. Kalau kamar mas santri kan biasanya memang ada tempat tidur, kemudian kamar pakaian sama lemari pakaian dan lemari buku,” jelasnya.
Untuk per kamarnya, tersedia empat ranjang tidur. Peserta KKNMAs dari STIKES Muhammadiyah Wonosobo merasa senang bisa beristirahat di Pesma UMS ini, terlebih dengan fasilitas yang diberikan oleh panitia.
“Fasilitasnya cukup bagus, oke banget. Nyaman-nyaman banget, apalagi kita langsung dapat kamar jadi bisa istirahat. Pelayanannya juga bagus, dan ramah-ramah juga,” ungkap Galih Praba Sinta Putri Anjelita.
Polres Sukoharjo Gelar Tes Urine Mendadak, Cegah Anggota Konsumsi Narkoba
Mereka yang berasal dari Wonosobo terbiasa dengan hawa dingin cukup merasa kegerahan dengan cuaca di Solo yang panas.
Namun, Dwi Wahyu Setyarini, salah satu peserta lainnya menyampaikan bahwa fasilitas yang diberikan oleh Pesma UMS yang dilengkapi dengan pendingin udara atau AC dapat membuat mereka tetap nyaman. (Nugroho)