Calon pengantin harus melakukan pemeriksaan Hemoglobin, Hemoglobin yang normal berada di rentang 12-16. Kemudian melakukan pemeriksaan darah secara rutin, dengan tujuan untuk memantau calon pengantin terhindar dari anemia atau kelainan lainnya.
Kemudian melakukan pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LILA). Lengan atas tidak boleh kurang dari 23,5 dan apabila kurang, akan rentan untuk mengalami Kekurangan Ekonomi Kronis (KEK), yang menjadi salah satu faktor stunting.
Selain itu juga harus dilakukan pemeriksaan gula darah, serta calon pengantin harus diberikan imunisasi tetanus. Pemberian vaksin akan diberikan 2 minggu sebelum menikah supaya tubuh memiliki waktu untuk membentuk antibodi.
Cegah Stunting, Polisi dan TNI di Sukoharjo Bantu Edukasi serta Bagikan Nutrisi Tambahan
Nazma juga menyampaikan, untuk usia layak hamil berada di rentang 20 -34 tahun. Selain itu, calon pengantin juga akan diberikan edukasi terkait dengan pemilihan alat kontrasepsi, dan selama kehamilan harus menyempatkan untuk pemeriksaan USG.
“Ada edukasi tanda bahaya kehamilan seperti muntah terus menerus, demam tinggi, kurangnya gerakan bayi, sesak nafas, dan nyeri perut,” sebutnya.
Ketua Kelompok 117 KKNMAs yang ditugaskan di Desa Kedawung, Bintang Bezopanosti Islam dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berharap kualitas hidup masyarakat Desa Kedawung baik dari aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan, dapat meningkat berkat kehadiran mereka.
Buka Posko ke-5 di Sukoharjo, RMI Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
“Saya ingin masyarakat setempat menjadi lebih mandiri dan mampu mengelola potensi yang mereka miliki, baik dalam bidang pertanian, kerajinan tangan, maupun pariwisata desa,” ungkapnya.
Meskipun dalam waktu yang terbatas, kelompoknya berharap akan dapat membawa perubahan positif yang dirasakan dalam jangka panjang khususnya untuk Desa Kedawung. (Nugroho)