LPMB UMS Gelar Social Gathering ETP, Mahasiswa Unjuk Bakat Sambil Suarakan Perdamaian Dunia

Bahasa Inggris memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi global yang mampu menyatukan berbagai bangsa dan budaya

4 Juni 2026, 21:37 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) — Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar The 9th Social Gathering of English Tutorial Program (ETP) di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 250 mahasiswa dan tutor ETP ini menjadi ajang bagi mahasiswa semester dua dari berbagai program studi untuk menampilkan bakat sekaligus menyuarakan pesan perdamaian global melalui kemampuan berbahasa Inggris.

Beragam penampilan ditampilkan dalam acara tersebut, mulai dari tari, drama berbahasa Inggris, pembacaan puisi, bernyanyi, pidato, hingga storytelling yang dibawakan para peserta dengan penuh kreativitas.

Ketua LPMB UMS, Aryati Prasetyarini, mengatakan Social Gathering menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

“Mereka menunjukkan kemampuannya dalam pertunjukan tari, drama bahasa Inggris, pembacaan puisi, bernyanyi, berpidato, dan pembacaan cerita,” ujar Aryati.

Ia juga mendorong para mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan.

Mengusung tema “Voices for Peace: Speaking Across Borders, Healing Beyond Conflicts”, kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga sarana menyampaikan pesan penting tentang perdamaian dan dialog antarbangsa.

Ketua Panitia Social Gathering 2026, Nito Majid Mujtahid, mengatakan tema tersebut mengajak generasi muda untuk membangun kepercayaan dan saling memahami melalui komunikasi lintas budaya.

“Melalui kekuatan dialog konstruktif dengan berbicara lintas batas, diharapkan dapat membangun kepercayaan bagi generasi mendatang,” katanya.

Rektor UMS Prof. Harun Joko Prayitno menegaskan bahwa bahasa Inggris memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi global yang mampu menyatukan berbagai bangsa dan budaya.

Menurutnya, kegiatan ETP menjadi media bagi mahasiswa untuk menyuarakan perdamaian, memperkuat nilai keadaban, dan menumbuhkan semangat kerukunan di tengah keberagaman dunia.

“Kegiatan ETP hari ini mengajak mahasiswa untuk menyuarakan perdamaian dan menyerukan pentingnya keadaban serta kerukunan global,” tegas Harun.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya memahami bahasa Inggris secara teori, tetapi mampu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Saat dimintai tanggapan mengenai penampilan para peserta, Harun memberikan apresiasi tinggi. “Excellent!” ujarnya singkat. (NGR)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini