Kajian MD KAHMI dan FORHATI Surakarta Bahas Eksistensi Masjid Cetak Pemimpin Organik

Masjid dinilai memiliki peran penting sebagai sarana “social engineering” konkret melalui program dakwah yang tepat

17 Mei 2026, 20:48 WIB

SOLO (Keadilan.net) — Majelis Dakwah (MD) KAHMI dan Forum Alumni HMI-wati (FORHATI) Surakarta menggelar kajian rutin bertema “Eksistensi Masjid dan Reproduksi Embriologi Pemimpin Organik” di kantor hukum MBZ Keadilan, Tunggul Sari, Pajang, Laweyan, Surakarta, Jumat (15/5/2026) malam.

Kajian tersebut membedah peran strategis masjid sebagai pusat pembentukan karakter dan lahirnya calon pemimpin masa depan.

Tuan rumah kegiatan, Badrus Zaman, mengatakan kajian dan pengajian rutin tersebut digelar setiap bulan oleh KAHMI sebagai wadah diskusi intelektual dan penguatan nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Kegiatan seperti ini setiap bulan kami adakan. Kebetulan kali ini saya sebagai tuan rumah,” kata Badrus.

Menurutnya, tema yang diangkat kali ini menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan pergerakan masyarakat.

Kajian menghadirkan pakar ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Lukman Hakim, serta dihadiri sejumlah tokoh KAHMI Surakarta.

Dalam pembahasannya, masjid dinilai memiliki peran penting sebagai sarana “social engineering” konkret melalui program dakwah yang tepat. Peran tersebut menjadi landasan organik dalam membentuk karakter, integritas, dan kompetensi individu untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, forum kajian menilai masyarakat, organisasi, hingga lembaga pemerintahan semakin membutuhkan sosok pemimpin paripurna yang tidak hanya unggul secara moral dan etika, tetapi juga memiliki kemampuan serta kompetensi yang mumpuni dalam menjawab persoalan bangsa.(NGR)

 

 

Berita Lainnya

Berita Terkini