Imbas Perusakan ODCB di Kartasura, Pemkab Sukoharjo Didorong Rekrut Tenaga Pelestarian Cagar Budaya

Pemda dan Disdikbud Sukoharjo baru menunjukkan reaksi ketika publik menyuarakan keprihatinan atas kejadian perusakan ODCB itu

2 Agustus 2022, 20:08 WIB

“Menyikapi perkembangan yang ada, berkaitan dengan masalah pengelolaan cagar budaya itu harus simultan. Tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, pemilik maupun penguasa saja,” katanya.

Menurut pria dari LPPM UNS ini, dalam mencari solusi penyelesaian penanganan ODCB dan BCB di Sukoharjo, Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif harus bisa duduk bersama.

“Kalau kita melihat yang namanya UU Cagar Budaya No.11 Tahun 2010, itu berjenjang 12 tahun baru ada turunannya yang namanya PP (Peraturan Pemerintah). Ada kekosongan hukum yang sangat panjang sekali,” paparnya.

Ni Nengah Widiasih, Atlet Para Angkat Berat Pecahkan Rekor Atas Nama Sendiri di Asean Para Games 2022

Oleh karenanya, untuk mensikapi persoalan perusakan ODCB yang sudah terjadi, Tundjung berpendapat, harus ada keputusan bijak dari semua pihak.

“Termasuk kalau kasus (perusakan) ini kalau diteruskan nanti hasilnya seperti apa. Itu wewenangnya ada di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, selaku pemilik otoritas yang dibentuk oleh negara,” sebutnya.

Dalam pelestarian ODCB dan BCB, Tundjung menjelaskan, bukan pada tanggung jawab Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang hanya berhenti pada tahap identifikasi dan klasifikasi. Sangat terbatas kewenangannya.

Kondisi Sriwedari Makin Merana, Foksri Desak Pemkot Surakarta Buktikan Janji Revitalisasi

Berita Lainnya

Berita Terkini