SUKOHARJO (Keadilan.net) — Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Senin (4/5/2026) sore, saat ratusan pelayat memadati kompleks pesantren untuk mengantar jenazah Hajjah Aisyah binti Abdurrahman Baraja atau yang akrab disapa Ummi Ecun ke peristirahatan terakhirnya. Istri Abu Bakar Ba’asyir itu dimakamkan di Makam Muslim, Polokarto, Sukoharjo.
Ummi Ecun meninggal dunia pada pukul 09.20 WIB dalam usia 82 tahun. Kabar wafatnya menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga besar pesantren dan masyarakat yang mengenalnya.
Salah satu pengasuh ponpes, Ustadz Endro Sudarsono, menyampaikan bahwa almarhumah mengembuskan napas terakhir di kediamannya saat hendak menjalani kontrol kesehatan.
“Beliau wafat di rumah, rencananya akan kontrol ke PKU Muhammadiyah Solo. Sakitnya komplikasi,” ujarnya.
Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, jenazah terlebih dahulu dishalatkan di Masjid Baitussalam, kompleks putra Ponpes Al-Mukmin Ngruki. Ratusan pelayat tampak khidmat mengikuti prosesi tersebut.
Kepergian Ummi Ecun disebut sebagai kehilangan besar bagi lingkungan pesantren. Selama lebih dari lima dekade, ia dikenal sebagai pendamping setia Abu Bakar Ba’asyir sekaligus sosok yang berperan dalam perjalanan dan pengasuhan Ponpes Al-Mukmin Ngruki.
Ummi Ecun menikah dengan Abu Bakar Ba’asyir pada 1971 saat masih berstatus santri di Mu’allimat Al Irsyad Solo. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai tiga anak, yakni Zulfa, Abdul Roshid Ridyo Ba’asyir, dan Abdul Rahim Ba’asyir.
Duka yang ditinggalkan tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga seluruh civitas pesantren serta masyarakat luas yang mengenal dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun. (NGR)
Jenazah Hajjah Aisyah binti Abdurrahman Baraja dibawa dari komplek Ponpes Al Mukmin menuju Makam Muslim/ NGR