Sukoharjo Banjir, Bupati Turun Langsung Pastikan Pengungsi Terlayani

Bupati menyoroti kebutuhan mendesak para pengungsi yang mayoritas merupakan ibu-ibu dan lanjut usia

15 April 2026, 20:31 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal, Rabu (15/4/2026). Didampingi Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, ia meninjau pengungsian warga terdampak di Desa Manang, Kecamatan Grogol, sekaligus mengecek kondisi wilayah lain yang terdampak luapan sungai.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyoroti kebutuhan mendesak para pengungsi yang mayoritas merupakan ibu-ibu dan lanjut usia (lansia). Ia menegaskan, pemenuhan logistik dan layanan kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam tahap awal penanganan bencana.

“Kondisi kesehatan dan bantuan logistik bagi para pengungsi menjadi skala prioritas. Para pengungsi harus mendapatkan bantuan yang cukup serta akses layanan kesehatan di lokasi pengungsian,” tegas Etik.

Ia menyebut, sebagian warga mulai kembali ke rumah seiring surutnya banjir. Namun, masih ada warga yang bertahan di pengungsian karena kondisi tempat tinggal belum aman.

Selain penanganan darurat, Pemkab Sukoharjo juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi banjir susulan. Tingginya curah hujan dalam durasi panjang disebut sebagai pemicu utama meluapnya sungai hingga merendam permukiman.

“Wilayah ini sebenarnya bukan langganan banjir. Namun curah hujan tinggi dalam waktu lama menyebabkan air sungai meluap,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, memastikan layanan kesehatan bagi pengungsi terus berjalan. Pihaknya telah mengoperasikan enam posko kesehatan di sejumlah titik di Kecamatan Grogol, Baki, dan Kartasura.

“Petugas kesehatan memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi para pengungsi. Kami pastikan seluruh warga terdampak tetap mendapatkan akses layanan kesehatan,” jelasnya.

Banjir yang melanda Sukoharjo diketahui dipicu hujan deras sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari. Akibatnya, ratusan rumah dan belasan sekolah terendam oleh luapan air sungai.(NGR)

Berita Lainnya

Berita Terkini