Forkopimda dan Tokoh Agama Sukoharjo Kecam Aksi Anarkis Peringatan May Day

May Day 2025 di Sukoharjo digelar dengan sukses

3 Mei 2025, 22:02 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net)– Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh agama di Kabupaten Sukoharjo mengecam aksi anarkis di sejumlah kota besar, salah satunya di Semarang, dalam Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025.

Aksi merusak beberapa fasilitas umum dan kendaraan aparat, yang diduga dilakukan oleh kelompok tidak beratribut serikat buruh, yang kerap disebut kelompok anarko itu, telah mencoreng tujuan daripada peringatan May Day.

Di sisi lain, Kabupaten Sukoharjo meskipun masih menyisakan persoalan pesangon dan THR ribuan eks buruh Sritex, justru menunjukkan wajah damai dan produktif dalam memperingati hari penting bagi kaum pekerja ini.

Pengamanan May Day di Jakarta, Polda Metro Jaya Kerahkan 13 Ribu Personil Gabungan

“Perilaku anarkis seperti ini tidak hanya merusak fasilitas publik, tetapi juga merugikan masyarakat luas. Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat terhadap Polda Jateng dalam menangani aksi unras anarkis, serta dukungan terhadap penegakan hukum yang sedang dan akan kami lakukan,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Sabtu (3/5/2025).

Kapolres mengapresiasi kerja sama semua pihak yang turut menjaga situasi agar tetap aman saat berlangsungnya peringatan May Day di Stadion Gelora Merdeka, Jombor, pada 1 Mei 2025 kemarin.

May Day 2025 di Sukoharjo digelar dengan sukses. Ini menjadi bukti bahwa hari buruh dapat dirayakan dengan aman, produktif, dan bermanfaat bagi semua pihak,” imbuhnya.

Viral, Keributan Antar Kelompok di Kemang Raya, Polisi Amankan 19 Orang

Peringatan May Day di Sukoharjo dinilai sebagai contoh positif bagaimana ruang demokrasi dapat dijalankan dengan bertanggung jawab tanpa mengorbankan ketertiban umum maupun keamanan nasional.

Seperti disampaikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang juga turut mengecam keras aksi kelompok anarko di beberapa kota besar itu. Aksi anarkis telah mencederai semangat Hari Buruh.

May Day seharusnya menjadi momentum perjuangan hak-hak pekerja. Tindakan anarkis sangat tidak mencerminkan semangat tersebut,” ujarnya.

Jambore Karhutla 2025, Kapolri Bersama Rocky Gerung Tanam Pohon di Siak

Berita Lainnya

Berita Terkini