Seperti dijumpai saat bazar kampung yang digelar oleh Remaja Islam Masjid Al Muhtadin, Giren, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, pada Sabtu (30/7/2022) malam.
Pedagangnya bernama Ibu Mantili, ia berjualan mewarisi orang tuanya dan sekarang, anaknya juga ikut berjualan cabuk rambak. Ibu dan anak ini sering berjualan di bazar-bazar dari kampung ke kampung.
“Kalau jualan tidak menetap di satu tempat, selalu ikut pindah-pindah tempat mengikuti pemborong atau panitia bazarnya,” katanya.
Penjualan Bendera Merah Putih Bertebaran di Solo Jelang Agustusan, Termurah Rp20 Ribu
Mantili yang beralamat di Jetis, Kwarasan Sukoharjo ini menyebut, jika di tempat tinggalnya, hampir semua warga berjualan cabuk rambak.
“Mereka ada yang jualan keliling, ada juga menetap di satu tempat,” tandas Mantili yang mematok harga satu porsi cabuk rambak buatannya Rp5.000.(Nugroho)