“Walau telah diboyong ke Surakarta namun jejak-jejak sejarah peradaban masa lalu masih terlihat nyata, baik berupa bangunan fisik, tulisan atau cerita dalam babad, maupun topomini dari nama-nama kampung yang ada,” ujarnya.
Melalui pentas itu juga, masyarakat diajak untuk lebih adil dalam menyikapi arus perubahan terutama dalam kehidupan sosial-ekonomi yang bersentuhan dengan benda cagar budaya.
“Pentas teater ini juga berbicara mengekspresikan harapan dan gagasan penyelamatan masa lalu untuk masa depan yang lebih bagi warga terutama dalam sosial ekonomi,” sambungnya.
Camat Kartasura Sambut Baik Deklarasi Mas Karebet
Sempat dihantui rasa cemas dan khawatir tidak ada penontonnya, namun diluar ekspektasi panitia, penonton pentas teater yang terbuka untuk umum itu dihadiri masyarakat dari banyak kalangan. Mulai dari masyarakat umum, pejabat, hingga pemerhati budaya, disebutkan antusias datang hingga akhir pentas. (Nugroho)