Menapak Sejarah Nama Dusun, Warga Desa Singopuran Gelar Babad Gembongan

Babad Gembongan merupakan sebuah event budaya dan kesenian tradisional yang dilaksanakan dalam rangka menggali asal usul Kampung / Dusun Gembongan dan untuk melestarikan budaya dan kesenian lokal

21 Juli 2024, 21:05 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Sebuah perayaan tahunan untuk mengingat asal usul nama Dusun Gembongan, warga Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar Babad Gembongan dengan lokasi ditengah jalan dusun setempat, Minggu (21/7/2024).

Dalam perayaan yang diselenggarakan dari pagi sampai malam hari itu, berbagai acara mulai kirab gunungan, pentas seni hingga bazar UMKM ditampilkan untuk masyarakat umum.

Penyelenggaraan yang telah memasuki tahun-6 sejak 2019 lalu itu mendapat apresiasi Bupati Sukoharjo Etik Suryani dengan hadir memenuhi undangan untuk menyaksikan dan menyampaikan sambutan didampingi pejabat Forkopimcam Kartasura.

Anggota Mencapai 5.000, Banteng Solo Tengah Siap Kawal Kusumo Jadi Wawali

“Saat ini sistem dan struktur pemerintahan sudah semakin maju dan berkembang sehingga sering kali meninggalkan ciri khas yang ada di wilayah masing-masing, sehingga banyak yang mengenal suatu wilayah sebagai sebuah identitas hanya dengan Desa, RW maupun RT saja. Keberadaan Kampung / Dusun sebagai sebuah bagian penting ruang kota, tak terpisahkan dari pengembangan perencanaan kota yang kreatif,” kata Etik.

Ia mengatakan, kampung/ dusun menjadi bagian dalam menciptakan identitas kota, karena kampung/ dusun menjadi sumber kreatifitas, menjadi pusat kegiatan sosial budaya dan perekonomian kreatif.

Babad Gembongan merupakan sebuah event budaya dan kesenian tradisional, yang dilaksanakan dalam rangka menggali asal usul Kampung/ Dusun Gembongan dan untuk melestarikan budaya dan kesenian lokal,” ujar Bupati.

Seragam Batik Sekolah di Sukoharjo Susah Dicari, Orang Tua Siswa Kirim Surat Terbuka ke Bupati

Menurutnya, kegiatan Babad Gembongan selain sebagai sarana untuk menggali dan mengenalkan asal usul Dusun Gembongan, juga sebagai sarana untuk menampilkan dan melestarikan seni dan budaya lokal, serta sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada.

“Ini juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat Dusun Gembongan dan sekitarnya,” ujarnya.

Camat Kartasura, Ikhwan Sapto Darmono, yang hadir mendampingi bupati menambahkan, inti dari penyelenggaran acara bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan sebagai pengingat sejarah bahwa munculnya nama Gembongan juga tidak lepas dari keberadaan Keraton Kartasura.

“Jadi tadi juga dibacakan, bahwa sejarah nama Gembongan ini merupakan bagian dari Kartasura. Untuk acaranya sendiri ada kirab gunungan dan bazar UMKM,” pungkas Ikhwan. (Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini