Jaringan Irigasi Pidekso Wonogiri Butuh Lahan Ratusan Hektar, Tim Pemprov Jateng Terus Sosialisasi

Pembangunan jaringan irigasi tersebut membutuhkan lahan seluas kurang lebih 346.434,8 m2, di Kecamatan Giriwoyo dan Kecamatan Baturetno

28 Juli 2022, 11:24 WIB

“Kalau masyarakat betul-betul mendukung pembangunan irigasi Pidekso, berarti mereka sudah sadar akan pentingnya jaringan irigasi bagi pertanian rakyat,” ujarnya. Nantinya melalui irigasi itu, air yang dibutuhkan harus bisa tersampaikan ke lahan-lahan pertanian masyarakat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Irigasi Bendung Pidekso, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Anisa Hayu W mengatakan, rencana pembangunan jaringan irigasi ini merupakan lanjutan dari pembangunan Bendungan Pidekso.

“Diharapakan dapat memberikan air irigasi untuk wilayah Kabupaten Wonogiri,” katanya.

Menurutnya, luas area irigasi sekitar 1.500 hektare. Direncanakan untuk pembangunan jaringan irigasi di Pidekso akan dimulai 2023-2024. Harapannya, dari sosialisasi itu akan membuat masyarakat mendapatkan pelayanan irigasi, untuk meningkatkan intensitas tanam di Wonogiri.

Program Sambel Bajak, Warga di Kartasura Sukoharjo Bisa Bayar PBB Pakai Setoran Sampah

“Jadi, ada peningkatan dari 133 persen menjadi 240 persen untuk intensitas tanam,” sambungnya. Diakui, daerah Wonogiri semula mengandalkan sumur pantai. Namun ketika musim kekeringan tiba, maka diperlukan irigasi tambahan untuk mendukung tanam tersebut.

Sementara, Koordinator Kelompok Substansi Bidang Pengadaan Tanah BPN Provinsi Jateng, Muhammad Fathor Rif’an berharap, warga terdampak menyiapkan alas hak dasar kepemilikan, dan dasar penguasaan tanahnya.

“Yang pertama adalah (disiapkan) alas hak dasar kepemilikan, dasar penguasaannya. Atau sudah ada sertifikat atau belum, kalau belum memunyai sertifikat ada alas hak lain semisal buku C desa harus disiapkan, lalu surat keterangan waris bagi tanah waris,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Berita Terkini