Indonesia Tegaskan Komitmen Dukung Dekarbonisasi Global

Sebagian besar sumber daya itu berada di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia

12 Oktober 2025, 20:55 WIB

JAKARTA(Keadilan.net) – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam upaya dekarbonisasi global. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyatakan bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan di berbagai belahan dunia.

Krisis iklim bukan lagi sebuah ancaman belaka, melainkan nyata. Kita semua bisa melihat kekeringan, banjir, dan kenaikan permukaan laut sebagai peringatan dari alam yang menuntut tindakan kolektif,” ujar Sugiono saat menghadiri Indonesia International Sustainable Forum (IISF) 2025, Sabtu (11/10/2025).

Dilansir dari TBNews, Sugiono menekankan pentingnya percepatan transisi energi bersih sebagai bagian dari solusi global. Ia mengungkapkan, permintaan terhadap mineral penting seperti nikel, kobalt, dan litium, bahan utama industri energi hijau yang diperkirakan meningkat hingga empat kali lipat pada 2040, menurut data Badan Energi Internasional (IEA).

“Sebagian besar sumber daya itu berada di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Ini peluang besar bagi kita untuk memainkan peran penting dalam rantai pasok global energi hijau,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Sugiono, berkomitmen agar transisi energi di Indonesia berlangsung adil, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui kebijakan hilirisasi, Indonesia berupaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri dengan membangun industri pengolahan mineral, mengembangkan keterampilan tenaga kerja, serta mendorong inovasi teknologi hijau.

Ia menambahkan, implementasi menuju emisi nol bersih ditargetkan mulai tahun 2026, ditandai dengan pembangunan 80.000 pembangkit listrik tenaga surya yang mampu menghasilkan hingga 100 gigawatt listrik berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan besarnya potensi energi terbarukan Indonesia yang mencapai 3.700 gigawatt. Ia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi mengembangkan sumber energi hijau secara bertanggung jawab.

“Potensi besar ini harus dikelola dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, agar pembangunan dan investasi dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Rosan.

Dengan kekayaan sumber daya alam dan komitmen kuat terhadap transisi energi bersih, Indonesia meneguhkan diri sebagai salah satu penggerak utama dekarbonisasi global, sekaligus memastikan pembangunan nasional tetap berorientasi pada keberlanjutan dan keadilan bagi generasi mendatang.(Nugroho)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini