Indonesia Siap Tampung 2.000 Korban Perang Gaza di Pulau Galang

Pulau Galang akan menjadi pusat layanan medis internasional darurat bagi korban konflik Gaza

9 Agustus 2025, 21:41 WIB

JAKARTA (Keadilan.net) – Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana menampung ribuan korban perang Gaza untuk mendapatkan perawatan medis di Tanah Air. Pulau Galang, Kepulauan Riau, menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan, memanfaatkan infrastruktur bekas fasilitas perawatan COVID-19.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengatakan pemerintah sedang menyiapkan sejumlah alternatif lokasi. “Kemarin Presiden menyebut Pulau Galang. Kita masih lihat, karena dulu pernah dipakai untuk tempat perawatan COVID-19. Jadi infrastrukturnya sudah ada. Kita juga sedang pertimbangkan alternatif lain,” ujarnya melalui keterangan resmi, seperti dikutip dari Info Publik, Sabtu (9/9/2025).

Sugiono mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menawarkan bantuan medis bagi warga Gaza kepada negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Tawaran ini berlaku dengan syarat seluruh pihak terkait—termasuk Yordania, Mesir, dan otoritas Palestina—menyetujuinya.

“Kita bersedia merawat hingga seribu anak-anak maupun korban terluka yang membutuhkan perawatan medis, tentu saja dengan persetujuan negara-negara tetangga dan otoritas Palestina,” kata Sugiono.

Jumlah korban yang akan dibawa ke Indonesia diperkirakan mencapai 1.000 orang, dengan kemungkinan disertai anggota keluarga mereka. Namun, Presiden Prabowo sebelumnya telah memberi arahan agar bantuan medis diberikan untuk sekitar 2.000 warga Gaza yang menjadi korban perang.

“Terkait Gaza, Presiden memberikan arahan agar Indonesia membantu pengobatan sekitar 2.000 warga Gaza yang luka-luka, terkena bom, atau tertimpa reruntuhan,” jelas Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi.

Jika rencana ini terealisasi, Pulau Galang akan menjadi pusat layanan medis internasional darurat bagi korban konflik Gaza, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif berperan dalam misi kemanusiaan global.(Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini