UMS Kukuhkan 5 Guru Besar, Haedar Nashir: Profesor Bukan Sekadar Gelar, Tapi Amanah Kehidupan

Penambahan profesor ini menjadi kebanggaan UMS sekaligus bangsa

28 Agustus 2025, 19:22 WIB

SOLO (Keadilan.net)Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan capaian akademik bergengsi dengan mengukuhkan lima guru besar baru melalui Sidang Terbuka Senat di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (28/8/2025).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, menegaskan bahwa gelar profesor bukan hanya prestasi akademik tertinggi, melainkan tanggung jawab moral untuk menghadirkan ilmu yang mencerahkan, membebaskan, dan memberdayakan umat.

“Gelar akademik bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi amanah melahirkan generasi beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan membawa perubahan peradaban,” tegas Haedar.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, menyebut penambahan profesor ini menjadi kebanggaan UMS sekaligus bangsa. “Hari ini Allah menganugerahi kita lima profesor baru. Ini bukan hanya kebahagiaan UMS, tetapi juga energi baru menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng, Prof. Aisyah Endah Palupi, mengingatkan bahwa pengukuhan guru besar adalah awal perjuangan untuk menancapkan bendera keilmuan dan mempercepat lahirnya profesor-profesor baru. Saat ini UMS memiliki 55 guru besar aktif.

Adapun lima guru besar yang dikukuhkan adalah:

1. Prof. Muhammad Mujiburohman, Ph.D – Teknologi Separasi

2. Prof. Muhammad Sholahuddin, Ph.D – Akuntansi dan Analisis Bisnis

3. Prof. Dr. Yuli Kusumawati, M.Kes – Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku

4. Prof. Dr. Minsih, M.Pd – Pendidikan Inklusi

5. Prof. Ir. Herry Purnama, Ph.D – Teknologi Bersih dan Pengolahan Limbah. (Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini