“Menghadapi kontijensi konflik sosial dibutuhkan sinergitas, kerjasama, dan koordinasi antara aparat keamanan dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini untuk menjaga kondusifitas dan kelancaran seluruh tahapan Pemilu. Saya minta kesiapsiagaan seperti ini terus dijaga,” tegasnya.
Mantan Kapolres Sukoharjo itu meminta kepada jajarannya untuk tidak boleh lengah, karena situasi setiap saat bisa saja berubah sangat dinamis. Disamping itu, juga telah dipetakan potensi kerawanan yang ada di Kabupaten Jepara, sehingga akan memudahkan tugas-tugas Polri dalam pengamanan pemilu nantinya.
“Dengan kegiatan ini pula kami menunjukkan ke publik bahwa Polri berkolaborasi dengan TNI dan seluruh stakeholder, siap melaksanakan kegiatan pengamanan tahapan Pemilu di tahun depan,” ujarnya.
Belum Miliki e-KTP Saat Coblosan Pemilu? KPU Pastikan Bisa Gunakan KK
Kapolres menambahkan, dalam latihan simulasi itu, sebanyak 500 personel gabungan dilibatkan untuk memperagakan upaya pengamanan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat. Khususnya, saat masa kampanye ataupun pada situasi keramaian pada Pemilu 2024.
Sispamkota dimulai pada situasi dengan indikator hijau dan kuning. Namun pelaksanaan di tingkat Polres Jepara hanya pada indikator kuning. Sementara untuk merah kalau masyarakat sudah chaos, namun dalam latihan itu pelaksanaannya sampai level kuning.
“Indikator hijau dapat diartikan sebagai situasi ketika masyarakat menyampaikan pendapat secara normal dalam melaksanakan aksi unjuk rasa. Kemudian, saat aksi unjuk rasa itu diwarnai dengan teriakan dan pelemparan terhadap petugas pengamanan, maka situasinya masuk ke indikator kuning,” terangnya.
204 Juta Jiwa Masuk DPT Pemilu 2024, KPU: Pemilih Muda 52 Persen
Pada situasi hijau dari tim negosiator akan mengamankan, menekan situasi tetap aman. Namun jika situasi meningkat menjadi kuning maka Tim Raimas akan turun mendesak massa mundur dan sterilisasi.
Sementara, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta yang hadir bersama Dandim 0719/ Jepara Letkol Inf Mokhamad Husnur Rofiq, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan Sispamkota Polres Jepara tersebut.
“Latihan kali ini, merupakan bentuk pengecekan dan kesiapan personel, sarana dan prasarana sehingga jika terjadi situasi kontijensi dalam tahapan pemilu/Pemilukada tahun 2024 dapat diantisipasi secara bersama-sama secara cepat dan tepat dalam penanganannya,” pungkasnya.(Nugroho)