Kemkomdigi Buka Posko Psikososial untuk Anak Terdampak Banjir Sumatera

Posko pertama didirikan di Masjid Alhafiz, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang

3 Desember 2025, 23:25 WIB

JAKARTA (Keadilan.net)— Di tengah proses pemulihan pascabencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, perhatian kini tertuju pada kondisi psikologis anak-anak yang paling rentan terdampak. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) merespons cepat dengan membuka Posko Dukungan Psikososial sebagai ruang aman untuk bermain, belajar, dan memulihkan trauma.

Posko pertama didirikan di Masjid Alhafiz, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Lokasi ini menjadi tempat bernaung bagi anak-anak yang belum dapat kembali ke rumah akibat genangan banjir yang masih tinggi. Di sini, mereka bisa beristirahat, berinteraksi, serta mengikuti aktivitas pendampingan emosional yang disiapkan secara terstruktur.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, yang langsung meninjau posko tersebut, menegaskan bahwa penanganan psikologis anak harus berjalan beriringan dengan upaya pemulihan fisik dan infrastruktur.

“Posko ini memang fokusnya untuk anak-anak. Setelah banjir reda, belum tentu mereka bisa langsung kembali beraktivitas di rumah. Di sini mereka bisa bermain dan merasa aman,” ujar Meutya, Rabu (3/12/2025), dikutip dari TBNews.

Ia menjelaskan bahwa setiap hari posko akan menggelar berbagai kegiatan yang dirancang untuk meredakan trauma, mulai dari menggambar, permainan kelompok, hingga menonton video edukasi. Aktivitas ini diharapkan membantu anak-anak kembali merasa stabil setelah menghadapi situasi bencana.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa sedikit mengurangi trauma mereka, meski kita tahu dampaknya pasti berat. Setidaknya anak-anak punya ruang aman untuk memulihkan diri,” tambahnya.

Selain pemulihan psikologis, Kemkomdigi juga melaporkan perkembangan signifikan terkait pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak banjir dan longsor. Lebih dari 90 persen menara pemancar di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah beroperasi kembali.

Meutya menyebut pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi krusial untuk memastikan warga dapat mengakses informasi vital dan memudahkan koordinasi penanganan bencana.

“Di Sumbar sudah 95 persen pulih, Sumut 90 persen. Untuk Aceh masih ada kendala listrik sehingga sekitar 60 persen menara belum beroperasi. Pemerintah bersama operator dan PLN terus bekerja agar layanan segera normal,” tegasnya.

Pembukaan posko psikososial ini menandai langkah penting pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana tidak hanya menyentuh aspek fisik dan sarana telekomunikasi, tetapi juga kesehatan mental anak-anak, kelompok yang paling membutuhkan dukungan jangka panjang. ***

Berita Lainnya

Berita Terkini