“Dalam Pilpres 2024 ini, para capres-cawapres harus menunjukkan kesantunannya kepada rakyat dan rasa hormat kepada rakyat, lalu juga memberikan keleluasaan kepada rakyat untuk memilih para pemimpinnya dan juga menghimbau kepada semua partai politik peserta Pemilu 2024 jangan sombong, dan jangan merasa yakin akan jadi pemenang,” tegasnya
Kusumo menyatakan, parpol jangan takabur bahwa pasangan capres-cawapres yang diusungnya pasti menjadi pemenang dan terpilih oleh rakyat. Sebagaimana kita ketahui bahwa jumlah simpatisan parpol yang tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) parpol memiliki jumlah yang lebih besar jika dibandingkan dengan kader parpol yang memiliki KTA Partai.
“Sehingga, nantinya yang menentukan siapa yang akan terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024 bergantung kepada suara rakyat seluruh Indonesia dan bukan dari suara kader yang ber-KTA parpol. Parpol hanya sebagai kendaraan menurut UU untuk mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres,” sambungnya.
Apel Pengecekan Kendaraan Dinas, Polres Sukoharjo Siap Amankan Pemilu 2024
Oleh karena itu, Kusumo mengingatkan kepada para capres-cawapres maupun parpol pengusung untuk jangan merasa sombong, jangan merasa jumawa, dan jangan merasa paling hebat yang nantinya justru menimbulkan rasa antipati rakyat baik kepada capres-cawapres maupun kepada parpol pengusungnya.
“Jadilah capres-cawapres beserta parpol pengusungnya untuk santun pada rakyat, menghormati rakyat sehingga simpati rakyat akan menjatuhkan pilihannya kepada calon pemimpin tersebut. Karena rakyat ingin dipimpin oleh pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, menghormati dan menghargai rakyatnya, serta mengetahui dan paham bagaimana membawa bangsa dan negara Indonesia menuju kejayaan dan kemajuan yang menjadi cita-cita, keinginan dan impian seluruh Rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Nugroho)