KARANGANYAR (Keadilan.net) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UBK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan.
Pada Minggu (7/12/2025), organisasi mahasiswa tersebut menggelar aksi penggalangan dana di Car Free Day (CFD) sepanjang Jalan Raya Colomadu, Karanganyar untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera.
Aksi yang digerakkan Bidang PTKP itu berangkat dari keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat di Sumatera. Dalam waktu singkat, HMI UBK UMS menyusun agenda, membentuk posko, dan mengerahkan relawan dari berbagai jurusan untuk turun langsung mengajak masyarakat berpartisipasi. Semangat humanity first dan nilai-nilai keislaman menjadi landasan utama gerakan mereka.
Penggalangan dana mendapat respons positif dari pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Selain memberikan donasi, banyak warga juga menyampaikan doa dan dukungan moral bagi para penyintas bencana. Selama kegiatan berlangsung, para kader HMI turut memberikan edukasi mengenai pentingnya gotong royong sebagai modal sosial bangsa dalam menghadapi situasi darurat.
Ketua Bidang PTKP HMI Komisariat UBK UMS, Rivaie Rahman, menegaskan bahwa keberhasilan aksi ini menjadi bukti kuat bahwa solidaritas masyarakat masih terjaga.
“Keberhasilan aksi ini merupakan bukti bahwa semangat solidaritas masih menjadi kekuatan utama bangsa,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran melalui jalur distribusi kemanusiaan yang telah ditetapkan.
Rivaie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, baik melalui tenaga, pikiran, maupun materi. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga momentum bagi kader HMI untuk memperkuat nilai-nilai sosial yang selama ini menjadi pijakan organisasi.
HMI UBK UMS menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyaluran bantuan hingga diterima oleh para korban bencana. Organisasi ini berharap aksi solidaritas tersebut dapat menghadirkan manfaat nyata sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa terletak pada rasa persaudaraan dan kepedulian satu sama lain.***