Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah menambahkan, implementasi pengembangan kelapa genjah ini dilakukan secara klaster dan integrasi sehingga menjadi pemicu dan memperkuat pengembangan komoditas pertanian lainnya yang meningkatkan pendapatan masyarakat.
Adapun pembagian klaster itu adalah, klaster perkebunan-tanaman pangan dengan integrasi kelapa dengan jagung, kelapa dengan Kedelai yang dilakukan pada lahan hamparan atau kawasan.
“Kemudian, klaster perkebunan-hortikultura yakni, integrasi kelapa dengan cabai, kelapa dengan nanas. Penanaman kelapa pada klaster ini dilakukan di pekarangan. Dan klaster perkebunan-peternakan, yakni integrasi kelapa dengan ayam. Penanamannya dilakukan di pekarangan rumah,” ungkapnya.
Perlu diketahui, varietas kelapa genjah yang dikembangkan dalam program nasional ini meliputi Kelapa Entog, Kuning Nias, Kuning Bali, Pandan Wangi, dan Kopyor.***