SOLO (Keadilan.net) – Protes keras dan kecewa disuarakan hampir seluruh kontestan pendaftar penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota yang diselenggarakan DPC PDIP Kota Solo.
Pilihan DPP PDIP terhadap sosok Bambang ‘Gage’ Nugroho sebagai calon wakil walikota mendampingi Teguh Prakosa sebagai calon walikota, telah memantik kegaduhan luar biasa. PDIP dinilai tidak demokratis, mengabaikan peran para peserta penjaringan.
Bambang Gage yang dikenal sengai pengusaha jasa iklan luar ruang di Kota Solo, sama sekali tidak mendaftar ikut penjaringan di DPC PDIP Kota Solo bersama dengan 20 peserta lainnya. Bahkan juga tidak pernah turun melakukan sosialisasi.
Siap Tempur di Pilkada Solo, Kusumo Dorong Ranting PDIP Kenali Para Balon
“Ini namanya keputusan blunder yang dilakukan PDIP. Ya, tentu kecewa. Kami mendaftar secara resmi bersama kandidat lainnya sebanyak 20 orang karena PDIP membuka pendaftaran dan semua prosedur kami ikuti,” kata BRM Kusumo Putro, salah satu peserta penjaringan yang mendaftar di DPC PDIP Solo sebagai calon wakil walikota.
Ia menyatakan, bahwa Bambang Gage sama sekali tidak mengikuti prosedur seperti para kandidat lainnya, seperti mengisi formulir, menyampaikan visi misi, menjalankan perintah untuk terjun ke lapangan memperkenalkan diri kepada masyarakat, hingga sosialisasi menggunakan media spanduk maupun baliho di sejumlah titik strategis.
“Sejak mendaftar, mulai April sampai Agustus atau hampir 5 bulan lamanya, kami sudah melakukan kegiatan sosialisasi di 5 kecamatan. Pendekatan yang kami lakukan dengan beragam cara, ada yang melalui olahraga, pertemuan warga seperti PKK hingga Karang Taruna,” kata Kusumo, Sabtu (31/8/2024).
Anggota Mencapai 5.000, Banteng Solo Tengah Siap Kawal Kusumo Jadi Wawali
Sebagai kader PDIP selama 20 tahun lebih, Kusumo mengaku sejak melakukan sosialisasi di berbagai tempat sebagai balon Wakil Walikota Solo dari PDIP, sudah banyak masyarakat yang mendukungnya, dan berharap lolos mendapat rekomendasi untuk maju di Pilkada menjadi pendamping balon Walikota.
“Keinginan saya dalam pencalonan ini sebenarnya hanya satu tujuannya, yakni ingin mencerdaskan warga Kota Solo dengan program sekolah dan kuliah gratis bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi. Karena menurut saya, pendidikan merupakan pondasi utama dalam meraih masa depan agar lebih baik,” tuturnya.
Diungkapkan Kusumo, berdasar data yang didapatkannya ternyata masih banyak warga Kota Solo yang putus sekolah baik SMP maupun SMA/SMK sederajat karena terkendala biaya. Demikian pula yang tidak lulus perguruan tinggi juga banyak.
Rapat Koordinasi dan Konsolidasi, Kusumo Panen Dukungan Maju Balon Wawali Kota Solo