“Banyaknya warga yang putus sekolah maupun tidak mampu kuliah, menurut saya sangat ironis sekali karena terjadi di Kota Solo yang disebut-sebut sebagai kota modern dan berbudaya. Karena didalamnya ternyata keropos,” paparnya.
Meskipun diliputi rasa kecewa sangat mendalam, dalam hal ini Kusumo tidak ingin menyalahkan pihak-pihak yang diduga berperan dalam proses turunnya keputusan rekomendasi itu. Termasuk juga tidak ingin menyalahkan Bambang Gage.
“Saya sepakat tegak lurus dengan keputusan DPP, tetapi keputusan itu juga harus yang bisa masuk nalar. 20 orang yang mendaftar, terdiri 8 calon walikota dan 12 calon wakil walikota ini sepertinya tidak dianggap ada. Seharusnya yang dipilih (calon wakil walikota) ya dari yang mendaftar itu,” tegasnya.
Maju Penjaringan Cawawali Kota Solo, Kusumo Optimis Didukung Gibran
Menurut Kusumo, tidak hanya dirinya saja yang kaget atas keputusan DPP PDIP memberikan rekomendasi calon wakil walikota kepada figur yang tidak pernah mendaftar itu, apalagi juga tidak pernah turun ke masyarakat melakukan sosialisasi.
“Para calon lain juga kaget, masyarakat dan puluhan ribu orang yang mendukung saya juga kaget serta sangat kecewa. Karena disetiap kegiatan sosialisasi, tidak ada nama (Bambang Gage) itu. Nama itu juga tidak ada informasinya mendaftar di DPD maupun DPP. Ini membuat kader dibawah gaduh,” sambungnya.
Atas kegaduhan yang telah ditimbulkan dari turunnya rekomendasi itu, Kusumo meminta agar DPC PDIP Solo segera memberi penjelasan perihal alasan memilih Bambang Gage sebagai calon wakil walikota.
Ormas PGN Makoda Solo Bangga, Kusumo Putro Ikut Penjaringan Calon Wakil Walikota
“Apabila itu keputusan DPC PDIP saya minta segera menyampaikan penjelasannya, tidak hanya kepada internal tapi juga kepada publik. Namun, jika itu ternyata keputusan DPP PDIP, maka juga harus menyampaikan alasannya secara terbuka, kenapa tidak memilih calon dari yang sudah mendaftar,” tegasnya.
Disisi lain, Kusumo juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang telah menyatakan mendukung dan menaruh harapan besar terhadap realisasi rencana program sekolah dan kuliah gratis yang selama ini menjadi salah satu andalannya untuk diperjuangkan.
“Saya secara pribadi minta maaf karena belum dapat amanah untuk memperjuangkan nasib warga Kota Solo yang selama ini di setiap kegiatan sosialisasi menyatakan mendukung saya. Juga terhadap para pendukung setia saya, saya juga minta maaf,” tandasnya. (Nugroho)