UMS Kembali Kukuhkan 3 Doktor Baru Agama Islam FAI

Pada tahap menjadi doktor perlu adanya ketekunan dari diri sendiri, dan ini bukan akhir dari perjalanan namun memasuki tahap awal di dunia doktor

28 Agustus 2024, 21:01 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Yudisium Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan 3 peserta di ruang amphitheater kampus 1 UMS, pada Rabu (28/8/2024).

Dihadiri Wakil Dekan 3 FAI serta Kaprodi Doktor FAI, ketiga peserta diminta menjelaskan mengenai riset yang telah dilakukan dalam memenuhi syarat lulus program doktor.

Kaprodi Program Doktor PAI Prof. Dr. Drs. Waston, M.Hum., menyampaikan bahwa pada tahap menjadi doktor perlu adanya ketekunan dari diri sendiri, dan ini bukan akhir dari perjalanan namun memasuki tahap awal di dunia doktor.

Orasi di Depan Ribuan Mahasiswa Baru, Ketua IKA UMS Berikan Tips Sukses Kuliah

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor UMS no: 02/UMS/3/2021 menyatakan bahwa telah mengikuti sebanyak 42 SKS mata kuliah dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan telah mengikuti workshop penulisan ilmiah level nasional maupun internasional.

Dengan ini FAI menyatakan lulus pada ketiga mahasiswa tersebut, yaitu Zaki Afifi dengan IPK 3,9 lulusan Program Doktor ke-42 FAI UMS, Isa Al Fajri lulus dengan IPK 3,9 Program Doktor ke-43, dan Ari Aji Astuti lulus Program Doktor ke-44 dengan IPK 3,9.

Kaprodi Doktor PAI menyampaikan merasa bahagia dengan ketiga peserta yang pertama kali mendapat gelar Doktor.

Unjuk Kemampuan Berbahasa Indonesia, 7 Mahasiswa Asing UMS Ikut Festival Handai

“Perlu kita syukuri dan kita rayakan atas pencapaian nya karena bisa menjadi Doktor melalui proses pendidikan yang panjang,” papar Waston.

Selanjutnya dilakukan penyematan tanda kelulusan oleh Dekan FAI UMS kepada ke-tiga peserta Yudisium Program Doktor.

Salah satu peserta, Zaki Afifi, menjelaskan mengenai pengaruh jarak kekuasaan atau power distance bahasa globalnya dan religiusitas terhadap persepsi kekerasan seksual individu di sekolah dan ia berharap agar masyarakat sadar akan pentingnya religiusitas.

Dosen FKIP UMS Terima Beasiswa dari Yayasan Internasional di Jepang

“Semoga masyarakat semakin sadar akan pentingnya religiusitas dan mempercayai agama serta peka terhadap isu sekularisasi bahwa pentingnya peran agama dalam tatanan sosial,” tandasnya. (Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini