Lomba Best Practices Perpustakaan PT Nasional, UMS Satu-satunya PTS Masuk 3 Besar

Lomba ini diadakan oleh Perpustakaan Nasional yang diikuti oleh 52 Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

15 September 2023, 17:38 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net)Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih juara 3 dalam lomba Best Practice Perpustakaan Perguruan Tinggi (PT) 2023 di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, pada Jum’at (15/9/2023).

Lomba ini diadakan oleh Perpustakaan Nasional yang diikuti oleh 52 Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, dimulai dari tanggal 2 Maret – 14 September 2023.

Tujuan lomba sendiri adalah untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan pada perpustakaan perguruan tinggi lainnya, dalam rangka peningkatan kualitas perpustakaan perguruan tinggi untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Perkuat Kerjasama, UMS Teken MoU dengan RSO Dr R Soeharso

“Ini sebuah capaian yang membanggakan. Selamat buat Tim Perpustakaan UMS,” kata Wakil Rektor I, UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, dalam keterangannya kepada awak media.

Menurutnya, Perpustakaan UMS mendelegasikan tim yang diketuai Hardika Dwi Hermawan, serta beranggotakan empat orang yaitu, Esti Handayani, Hanun Adlan, Khoiruddin Nur Wahid, dan Nasyid Nur Hasan Fuad.

Melalui judul karya inovasi “Transformasi Digital Perpustakaan Melalui Program UMS Library Digital Scholarship dengan Penguatan Ekosistem Kolaborasi Talenta Inovasi”, mampu menghantarkan Perpustakaan UMS menjadi juara 3 dalam perlombaan tersebut.

Dorong Guru PAUD Ciptakan Pembelajaran Interaktif dan Kreatif, Dosen dan Mahasiswa UMS Gelar Workshop

Hanun Adlan, selaku salah satu tim menjelaskan kreteria keunikan yang ditampilkan itu menyebabkan UMS keluar sebagai juara 3 yaitu di Inovasi UMS Digital Library Scholarship. Raihan ini berarti UMS merupakan satu satunya PTS yang masuk 3 besar Lomba Best Practices Perpustakaan Perguruan Tinggi 2023.

“Salah satu keunikan kita, yaitu inovasi UMS Digital Library Scholarship, karena konsep ini baru ada di Luar Negeri (University of Hong Kong dan University of Michigan), sedangkan di Indonesia belum ada, maka kita angkat itu menjadi inovasi,” jelas Hanun.

Ditambahkan, persiapan untuk mengikuti lomba yaitu, membentuk tim, mengadakan brainstorming satu atau dua minggu sekali, dan upaya melibatkan tujuh peserta penerima awarding. “Alhamdulillah, bisa sukses,” pungkasnya. (Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini