Satgas Pangan Polri Ungkap Kelemahan Produksi Beras Premium di Serang

Akibat lemahnya kontrol mutu, produk akhir masih mengandung sisa menir atau pecahan beras

6 Agustus 2025, 19:47 WIB

SERANG (Keadilan.net)Satgas Pangan Polri menemukan sejumlah kelemahan dalam proses produksi beras di PT Padi Indonesia Maju, Kawasan Industri Terpadu Wilmar, Serang, Banten. Temuan itu terungkap saat dilakukan rekonstruksi lapangan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar mutu dan regulasi nasional.

Dirtipideksus Bareskrim Polri yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pangan, Brigjen Pol Helfi Assegaf, mengungkapkan bahwa meski proses produksi di pabrik tersebut menggunakan sistem otomatis berkapasitas hingga 300 ton per hari, pengawasan mutu masih jauh dari ideal.

“Setiap dua jam seharusnya dilakukan uji sampling oleh Quality Control (QC), tapi kenyataannya hanya dilakukan satu hingga dua kali dalam satu siklus produksi. Ini tentu tidak sesuai dengan standar operasional prosedur,” ujarnya, dikutip dari TBNews, Rabu (6/8/2025)

Akibat lemahnya kontrol mutu, produk akhir masih mengandung sisa menir atau pecahan beras, yang seharusnya bisa diminimalisir, apalagi untuk beras berlabel premium.

“Walaupun sistem otomatis, kualitas 100 persen bersih tetap membutuhkan kontrol manusia yang disiplin. Ini menjadi catatan penting bagi manajemen,” tegas Helfi.

Tak hanya itu, Satgas juga menemukan praktik penambahan berat kemasan sebesar 200 gram per karung 25 kg guna menyiasati sistem otomatis pada mesin pengemas. Praktik ini berisiko menyalahi aturan distribusi dan harus ditindaklanjuti.

Lebih memprihatinkan, dari 22 petugas Quality Control yang bertugas, hanya satu orang yang memiliki sertifikasi resmi. Helfi menilai, kondisi ini mengindikasikan lemahnya kompetensi pengawasan internal yang seharusnya menjadi tanggung jawab penuh manajemen perusahaan.

“Tiga orang terkait kasus ini sedang menjalani proses hukum dan tidak berada di lokasi. Namun operasional perusahaan masih berjalan normal,” tambahnya.

Rekonstruksi ini menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan oleh Satgas Pangan terhadap industri beras di Indonesia, dalam rangka memastikan keamanan pangan dan perlindungan konsumen.(Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini