Ia pun optimis pemilihan lokasi rumah Jokowi di Blulukan akan membawa dampak masuknya investor dari luar daerah, baik dari luar Colomadu maupun dari luar Karanganyar. Selain itu, harga tanah juga ikut terdongkrak naik.
“Sudah ada beberapa investor yang masuk untuk melakukan penjajagan membuka usaha disini, saat ini masih belum final,” ungkapnya.
Senada, Kades Gajahan yang wilayah desanya bersebelahan dengan Desa Blulukan, Lilis Nuryanti mengaku ikut bangga dan senang menyambut Jokowi yang akan menempati rumah barunya di Colomadu.
Rekap dan Penghitungan Pemilu Selesai, Presiden Jokowi Apresiasi KPU dan Bawaslu
“Tadi kami juga mengerahkan warga dari kelompok wanita tani dan kelompol warga lainnya untuk bergabung ikut kerja bakti. Kalau untuk menyambut hari jadi Kabupaten Karanganyar sudah rutin kami lakukan, tapi ini momennya sedikit berbeda dengan adanya pembangunan rumah Pak Jokowi,” imbuhnya.
Sementara tokoh masyarakat Colomadu, Sarmidi juga mengaku senang dan bangga atas pembangunan rumah dari negara untuk Jokowi. Ia tak memungkiri jika keberadaan rumah Jokowi tersebut ikut mendongkrak harga tanah di Colomadu.
“Jadi, langsung maupun tidak langsung akan menaikkan harga tanah di sekitar Colomadu. Bahkan para investor pun juga tertarik. Karena Colomadu terkenal daerah aman, kondusif, dan nyaman, serta dekat dengan bandara juga,” paparnya.
Persiapan Presiden Jokowi Berkantor di IKN, Kemenko Polhukam Gelar Rakor
Selain harga tanah yang terdongkrak, dampak positif lain yang muncul adalah tumbuhnya usaha warga dalam bidang kuliner, perhotelan, dan wisata dimana salah satu andalannya adalah De Tjolomadoe.
“Harapannya, warga Colomadu harus selalu menjaga keamanan dan kenyamanan untuk kondusif. Meskipun ada isu dari luar yang tidak setuju dengan rumah Pak Jokowi disini, itu tidak seberapa karena hanya kelompok kecil. Silahkan saja menyampaikan pendapat tidak setuju tapi yang penting jangan menganggu,” tegasnya. (Nugroho)