SUKOHARJO (Keadilan.net) – Program Studi Pendidikan Olahraga (POR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Festival Permainan Tradisional 2024.
Tema yang diangkat dalam gelaran yang berlangsung di GOR kampus II pada, Sabtu (27/1/2024) itu adalah “Melestarikan Budaya Nusantara Melalui Festival Permainan Tradisional untuk Mengembangkan Anak Bangsa”.
Dalam rilis yang diterima, Selasa (30/1/2024), dosen Prodi POR UMS, Gatoto Jariono, menyampaikan bahwa saat ini bangsa Indonesia dipertemukan dengan budaya-budaya yang kebarat-baratan. Budaya Indonesia sudah hampir punah.
UMS Tambah Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi dan Ilmu Manajemen
“Kita sebagai generasi muda harus mempertahankan budaya yang ada di Indonesia. Banyak sekali budaya-budaya kita, dari Sabang sampai Merauke itu harus kita kembangkan,” katanya.
Selain itu, Gatoto juga berpesan bahwa mahasiswa POR yang nantinya akan menjadi pendidik memiliki peranan dan tanggung jawab yang besar untuk menyehatkan bangsa Indonesia.
“Tantangan-tantangan sebagai guru Penjas dan Olahraga adalah bagaimana menyehatkan orang sehat, bagaimana kita menyehatkan orang sakit,” tegas Dosen POR UMS itu.
Program BIPA UMS, Peserta Asal Australia Belajar Membuat Keramik di MIM Krakitan Klaten
Ketua Panitia dari gelaran ini, Rahma Tulloh, menyebutkan bahwa festival permainan tradisional merupakan bagian dari tugas akhir dari mata kuliah Permainan Tradisional, yang ditujukan untuk mengenal sekaligus melestarikannya budaya Nusantara.
“Semoga permainan tradisional tetap terus berkembang, dan terus sampai ke generasi-generasi berikutnya,” ungkapnya.
Permainan tradisional itu merupakan mata kuliah wajib dari Prodi POR, dan dapat diambil oleh mahasiswa yang sedang menempuh semester ganjil, yang dibimbing oleh Eko Sudarmanto, selaku dosen pengampu mata kuliah permainan tradisional.
Masuk Tahun 2024, UMS Tambah Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen
Dalam festival tersebut, mahasiswa POR UMS menunjukkan penampilan 14 permainan tradisional di antaranya adalah Egrang Batok, Tarik Tambang, Bakiak, Egrang, Balap Karung, dan Dakon. (Nugroho)