JAKARTA (Keadilan.net)– BMKG menegaskan kemunculan bibit siklon dan siklon tropis di sekitar Indonesia bukan fenomena langka. Siklon tropis merupakan kejadian tahunan dengan pola periodik yang memuncak pada bulan Desember.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebut Desember menjadi periode tumpang tindih siklon di belahan Bumi utara dan selatan, sehingga memungkinkan kemunculan siklon secara bersamaan di sekitar Indonesia.
“Siklon tropis terjadi Juni–Desember di belahan utara dan Desember–April di belahan selatan. Desember menjadi bulan overlap,” ujarnya, dikutip pada Minggu (14/12/2025).
BMKG menjelaskan siklon terbentuk akibat gangguan atmosfer di atas laut hangat yang dipicu gerak semu matahari ke belahan Bumi selatan. Saat suhu permukaan laut mencapai 26,5 derajat Celsius atau lebih, energi panas dan kelembaban tinggi memicu awan konvektif penyebab cuaca ekstrem.
Sementara itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi. Pemantauan cuaca dan penyebaran peringatan dini diminta dilakukan secara intensif.
BMKG dan BNPB menegaskan masyarakat perlu terus mengikuti informasi resmi agar risiko dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.***