BMKG dan BNPB Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem: Pemerintah Daerah Diminta Siaga Hadapi Ancaman Banjir

Mitigasi jangka panjang sangat penting untuk meminimalisir dampak bencana

15 September 2025, 18:41 WIB

JAKARTA (Keadilan.net) — Peringatan serius dilayangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan transisi musim kemarau ke musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa fase peralihan musim saat ini ditandai oleh curah hujan tinggi, angin kencang, hingga petir, yang secara signifikan meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan bencana terkait lainnya.

“Sejak akhir Agustus hingga pertengahan September, wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan musim. Kondisi ini membawa potensi hujan lebat yang dapat memicu bencana, terutama di daerah rawan,” ujar Abdul dalam pernyataan resmi, Senin (15/9/2025).

BMKG memperkirakan hujan lebat berpotensi mengguyur Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta pada 12–14 September 2025. Sementara itu, intensitas hujan diprediksi berlanjut di Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga 18 September 2025.

Lebih lanjut, BMKG menyebut musim hujan 2025/2026 secara umum bersifat normal. Namun, beberapa wilayah diprediksi mengalami hujan di atas normal, terutama di Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang meningkatkan risiko bencana.

Abdul Muhari menegaskan bahwa mitigasi jangka panjang sangat penting untuk meminimalisir dampak bencana, termasuk melalui pembersihan drainase, normalisasi sungai dangkal, dan penguatan sistem peringatan dini.

“Kesiapsiagaan tidak bisa hanya bergantung pada respons darurat. Upaya pencegahan harus dilakukan sebelum bencana terjadi,” tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi, BNPB bersama BMKG juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di daerah rawan, terutama di Jawa Barat dan Jawa Timur.

BNPB mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan, termasuk mengaktifkan tim tanggap bencana serta meninjau ulang titik-titik rawan banjir.

Masyarakat juga diminta untuk **tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan saluran air, dan ikut serta dalam kegiatan gotong royong pencegahan banjir.(Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini