Para santri penggagas mobil listrik tersebut, dalam merakit hingga jadi berwujud mobil di bawah bimbingan IMEF (Indomotor Electric Vehicle) yang berloksi di Cileunyi Jawa Barat.
Selain itu, mereka juga merakit baterai lithium yang dapat bertahan dan mampu menempuh jarak 70 kilometer dengan kecepatan maksimum 50 km/jam.
Para santri juga dibimbing alumni PPMI Assalaam di Surabaya, mereka ikut merakit bodi mobil di bengkel Benua Surabaya.
Awas Jangan Tergiur, Ratusan Konten Pinjol Beredar Cari Mangsa
“Kami mendukung pengembangan potensi santri baik dalam hal sains, sosial, olahraga, hingga keterampilan berorganisasi. Tujuannya agar santri siap menjadi tokoh dan penggerak masyarakat baik menjadi teknokrat, birokrat, pengusaha yang berpijak dan berlandaskan pada nilai-nilai agama,” tandasnya. (Nugroho)