Namun untuk urusan sekolah, Novia bisa mandiri dan disiplin semangat menyelesaikan sekolahnya dengan baik.
Ketertarikan dengan dunia Hukum membuat Novi menempuh studi di Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang di Tuban. Saat kuliah inilah, Novi oleh kakeknya dikenalkan dunia baru, yakni dunia kerja.
Novi dibawa ke Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban untuk melamar kerja. Nasibnya mujur. Novi diterima dan bekerja pada bagian keuangan, persisnya sebagai kasir kelenteng.
Dari sinilah, kisah hidup Novi mulai terbangun. Selama bekerja, ketekunan dan ketelitiannya bekerja membuat Ketua Penilik Demisioner Tempat Ibadah Yayasan Tri Dharma (TITD), Alim Sugiantoro terkesan.
Alim yang dikenal sebagai tokoh yang senang memotivasi anak-anak muda untuk terus maju dalam pendidikan itu, lalu mengajaknya diskusi.
“Saya diajak ngobrol dan ditanya macam-macam. Termasuk tujuan hidup dan karier. Bapak (Alim-Red) terus mendorong, selama bisa dan mampu mengapa tidak terus belajar dan belajar. Karena saya basicnya hukum, bapak mengarahkan untuk menjadi notaris. Begitu disebut notaris, saya tertarik,” tutur Novi memberi penjelasan awal menempuh kuliah di UGM.
Aplikasi MyPertamina Tuai Protes, Pengamat Sospol: Terkesan Terlalu Dipaksakan