SUKOHARJO (Keadilan.net) — Suasana khidmat bercampur kebanggaan mewarnai Lapangan Presisi Polres Sukoharjo, Senin (6/4/2026) pagi, saat institusi kepolisian menggelar rangkaian upacara kenaikan pangkat dan penyerahan penghargaan bagi personel berprestasi.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo, Anggaito Hadi Prabowo, ini menjadi simbol kuat apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja anggota Polri. Sebanyak 144 personel dari berbagai satuan fungsi turut ambil bagian, mencerminkan soliditas internal yang terus dijaga.
Dalam momen tersebut, kenaikan pangkat pengabdian diberikan kepada Ipda Supri dan Ipda Rohmad, sebagai bentuk penghargaan atas rekam jejak panjang tanpa pelanggaran selama masa dinas. Sementara dari unsur PNS, kenaikan pangkat diterima Haryono, SH dan Rahayu Kurniawati, S.Kom.
Tak hanya itu, sebanyak 19 personel menerima penghargaan atas capaian kinerja gemilang, mulai dari respons cepat pelayanan publik, keberhasilan pengungkapan kasus narkotika, hingga kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan UMKM.
Kapolres menegaskan bahwa penghargaan dan kenaikan pangkat bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras yang konsisten.
“Ini bukti bahwa setiap dedikasi dan pengabdian tidak luput dari perhatian pimpinan. Semua dinilai, tidak hanya oleh atasan, tetapi juga oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa kenaikan pangkat pengabdian merupakan capaian istimewa yang hanya bisa diraih oleh personel dengan integritas tinggi sejak awal hingga akhir masa tugas.
“Mereka adalah teladan. Tidak mudah mempertahankan rekam jejak tanpa pelanggaran,” imbuhnya.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus menjaga profesionalisme, menjauhi pelanggaran, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), jajaran Polres Sukoharjo juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Upacara ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penegasan budaya apresiasi di tubuh Polri—bahwa kerja keras, loyalitas, dan integritas akan selalu mendapat tempat dan penghargaan.(NGR)